Header Ads

Komentar Mnuchin Mendukung Kenaikan Tipis Di Bursa Global

Pasca Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memberikan konfirmasinya mengenai pembicaraan perdagangan AS-Cina yang akan dilanjutkan di bulan depan, pergerakan bursa saham global mencatat kenaikan tipis. Namun demikian masih adanya kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan global, maka hal ini mengurangi minat terhadap aset berisiko secara keseluruhan.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik tipis 0.1%, dipimpin oleh kenaikan 0.6% di saham China daratan setelah wakil kepala perencana negara China mengatakan Beijing akan meningkatkan upaya untuk menstabilkan pertumbuhan.

Sementara indeks Nikkei Jepang mencatat kenaikan 0.2% setelah sebelumnya ditutup terkait libur Autumnal Equinox Day, sedangkan bursa saham Eropa membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut, dengan Euro STOXX 50 Pan Eropa yang mencatat kenaikan 0.26%, DAX Jerman naik 0.24% dan indeks FTSE Inggris futures mencatat kenaikan 0.33%.

Ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Masahiro Ichikawa mengatakan bahwa komentar dari Steven Mnuchin tersebut telah memberikan sedikit dukungan terhadap sentimen pasar, akan tetapi kondisi pasar saat ini masih belum menunjukkan optimisme, seiring ada banyak hal yang terjadi di balik komentar tersebut yang mengacu pada kondisi dimana Presiden AS Donald Trump yang mempertanyakan keputusan dari para negosiator perdagangannya yang meminta pejabat Cina untuk menunda perjalanan yang direncanakan ke Montana sebagai daerah pertanian AS.

Pembatalan tersebut dinilai oleh pasar sebagai sebuah kemunduran terhadap pembicaraan AS-Cina sehingga memberikan tekanan terhadap harga saham ke level yag lebih rendah pada sesi perdagangan Jumat lalu.

Hingga saat ini kekhawatiran terhadap potensi perlambatan pertumbuhan global masih tetap menjadi isu utama yang melukai perkiraan pendapatan, di tengah buruknya aktifitas sektor bisnis Eurozone, sehingga semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap resesi serta dorongan untuk adanya stimulus yang lebih besar.

Di lain pihak imbal hasil Treasury AS semakin memperpanjang penurunannya, menyusul penurunan yield Treasury 10-year hingga 1.716% dari sebelumnya di 1.908% yang tercatat pada 13 September lalu.

Selain itu saham-saham di sektor energi berpotensi mengalami penurunan, menyusul harga minyak mentah yang tercatat turun di tengah prospek permintaan yang suram, yang diakibatkan oleh kekhawatiran investor terhadap perlambatan global, meskipun ketidakpastian mengenai apakah Arab Saudi dakan mampu mengembalikan output produksi minyak mereka secara penuh pasca terjadinya serangan terhadap faslitas minyaknya yang dinilai mampu memberikan dukungan terhadap harga minyak global.(WD)

Related posts