Kondisi Perdagangan Korea Selatan Memburuk Di Bulan Oktober

Kondisi sektor perdagangan Korea Selatan memburuk di bulan Oktober hingga ke level terendahnya dalam hampir empat tahun terakhir. Kondisi ini terjadi menyusul harga minyak yang lebih tinggi sehingga meningkatkan harga impor. Bank of Korea merilis data indeks perdagangan yang memuat data hasil bersih persyaratan perdagangan barter yang mencapai 92.78, atau turun 8.8% dibanding tahun lalu dan sekaligus mencapai level terendahnya sejak November 2014, saat angka indeks menyentuh di kisaran 92.40.

Data indeks ini mengukur jumlah impor yang dapat dibeli di satu negara untuk setiap unit ekspor, dan angka di bawah 100 menunjukkan harga impor lebih tinggi dibanding harga ekspor. Bank sentral juga menilai adanya hubungan antara kenaikan harga minyak dunia dengan kenaikan harga impor di negeri ginseng tersebut, yang mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak mentahnya.

Dalam data tersebut dicantumkan juga indeks untuk nilai impor di bulan Oktober yang naik 27.6% ke rekor tertingginya di 138.41. Sedangkan indeks volume impor, termasuk produk kapal, senjata dan pesawat mengalami lonjakan 14.5% menjadi 141.93, yang sekaligus mencatat angka indeks tertingginya sejak Januari tahun ini disaat mencapai 142.69. Nilai indeks ekspor naik 27.9% ke 152.11, menyusul lonjakan ekspor produk batubara dan minyak serta barang-barang produk petrokimia.

Sementara laju pengiriman produk semikonduktor dan elektronik juga mencatat laju yang stabil. Indeks volume ekspor naik25.8% hingga menyentuh rekor di 168.11, yang merupakan kenaikan tercepatnya sejak lonjakan 28.3% di bulan Januari 2011. Sedangkan untuk income terms of trade, yang mengukur jumlah total barang yang dapat diimpor dengan total ekspor, mengalami lonjakan 14.7% di tingkat tahunan hingga menyentuh ke 155.97 di bulan Oktober, yang sekaligus menandai kenaikan tertingginya sejak mengalami lonjakan 20.6% di bulan September tahun lalu.

Meskipun terjadi kemerosotan indeks perdagangan secara keseluruhan, namun pendapatan negara dari sektor perdagangan justru meningkat akibat dari peningkatan volume dan nilai ekspor. Para pejabat Bank of Korea berharap bahwa ketentuan net barter terms of trade index, akan mampu untuk mencatat peningkatan mengingat saat ini harga minyak mentah mengalami penurunan.(WD)

Related posts