Korea Selatan Rancang Anggaran Belanja Agresif

Korea Selatan telah menyusun rancangan rencana belanja anggaran paling agresif sejak krisis keuangan global 2008-2009 untuk tahun depan. Ini dilakukan karena perekonomiannya yang bergantung pada perdagangan dihantam oleh ancaman ekonomi yang meningkat baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.

Kementerian keuangan mengatakan pada hari Kamis bahwa lembaga itu akan mengusulkan kepada parlemen rancangan anggaran 513,5 triliun won ($ 423,45 miliar) untuk tahun depan, naik 8,0% dari tahun ini termasuk anggaran tambahan untuk tahun 2019, dan naik 9,3% jika tidak termasuk itu (anggaran tambahan).

Defisit fiskal tahun depan akan naik menjadi 3,6% dari produk domestik bruto tahunan yang diharapkan, ada gap 2,2% yang diproyeksikan untuk tahun ini. Ini merupakan kekurangan terbesar sejak 2009 ketika ekonomi global berjuang melawan krisis keuangan.

Ekonomi terbesar keempat di Asia, sangat bergantung pada ekspor untuk pertumbuhan, sedang bergulat dengan permintaan global yang mendingin dan sentimen konsumen ketika perang perdagangan China-AS meningkat di tengah perselisihan perdagangan yang sedang terjadi dengan negara tetangga, Jepang.

“Risiko penurunan telah meningkat di jalur pertumbuhan karena investasi dan ekspor tetap lamban sementara tindakan pembalasan ekonomi baru-baru ini dari Jepang meningkatkan ketidakpastian,” Menteri Keuangan Hong Nam-ki mengatakan.

Related posts