Header Ads

Kuatnya Produksi Yang Ditorehkan BP Mampu Mengimbangi Pelemahan Minyak

Kuatnya laju produksi minyak dan gas yang berhasil dibukukan oleh perusahaan minyak asal Inggris, British Petroleum (BP) telah mampu mengimbangi lemahnya harga minyak mentah sekaligus meraih laba yang lebih tinggi dari ekspektasi laba perusahaan tersebut selama kuartal kedua lalu.

Hasil yang ditorehkan oleh BP, sangat kontras dengan apa yang diraih oleh Total Perancis dan perusahaan asal Norwegia, Equinor yang keduanya melaporkan penurunan pendapatan yang tajam, sekaligus membangun langkah pemulihan yang stabil pasca memangkas biaya dalam jumlah terbesarnya sejak mengalami penurunan di tahun 2014 silam.

Nilai saham BP mencatat kenaikan 3% di sesi perdagangan waktu London, dan membantu kenaikan 0.1% di indeks FTSE secara lebih luas. Kenaikan saham BP dan pesaingnya asal Belanda, Royal Dutch Shell, berhassil mempertahankan indeks blue chip tersebut di wilayah positifnya.

Chief Executive dari BP, Bob Dudley mengatakan bahwa pencapaian ini sangat tepat sasaran di tengah jalannya rencana lima tahun mereka. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa laba bersih berhasil mencapai $2.8 milliar selama kuartal kedua, yang mana angka ini melebihi perkiraan sebelumnya sebesar $2.46 milliar.

Sementara analis pasar dari Bernstein mengatakan bahwa hasil ini mampu mengalahkan ekspektasi selama 10 kuartal secara beruntun dan pertumbuhan volume yang kuat membuat saham mereka direkomendasikan di level “outperform”.

Tingkat produksi selama kuartal kedua mencatat kenaikan menjadi 3.8 juta barrel atau sekitar 4% lebih tinggi dari produksi di periode yang sama setahun sebelumnya. namun demikian BP mengatakan bahwa mereka memperkirakan tingkat produksi akan lebih rendah di kuartal ketiga dari kuartal kedua lalu, akibat dari kegiatan pemeliharaan serta dampak dari Badai Barry yang melanda wilayah operasional mereka di Teluk Meksiko.

Di segmen penyulingan dan pemasaran, yang dikenal sebagai hilir, keuntungan turun karena penjualan yang lebih rendah serta pemeliharaan penyulingan menjelang diberlakukannya perubahan besar dalam standar bahan bakar lepas pantai pada tahun 2020 mendatang.

Disebutkan oleh Chief Financial Officer dari BP, Brian Gilvary bahwasanya pertumbuhan permintaan minyak global mengalami perlambatan di paruh pertama tahun ini menjadi sekitar 1 juta barrel per hari, namun diperkirakan akan sedikit pulih di paruh kedua.

Akan tetapi terlepas dari perolehan laba yang lebih tinggi, tingkat hutang BP juga mencatat kenaikan selama paruh pertama tahun ini menjadi $46.5 milliar dari $38.7 milliar di periode yang sama setahun sebelumnya, yang mana sebagian besar diakibatkan oleh akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Terkait dengan direbutnya salah satu kapal tanker mereka oleh pihak Iran di Selat Hormuz, Gilvary mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengambil salah satu kapal tanker mereka dari jalur utama pengiriman minyak dunia tersebut, namun akan memindahkan jalur pengirimannya ke luar dari wilayah Selat Hormmuz dengan kapal tanker sewaan.(WD)

Related posts