Laju Pertumbuhan Bisnis Cina Di Bulan Oktober Mengalami Perlambatan

Dampak akibat tingginya tensi perselisihan perdagangan AS-Cina, terus memberikan tekanan terhadap sektor eksportir Tiongkok. Penetapan tarif terakhir yang dilakukan oleh kedua negara tersebut, dimulai secara penuh pada Oktober lalu setelah sebelumnya Washington dan Beijing saling menetapkan tarif tambahan terhadap impor dari masing-masing negara pada 24 September lalu. Sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia, maka data ekonomi dari Cina sangat diawasi dengan ketat oleh pasar global.

Pagi tadi pemerintah Cina merilis hasil survei oleh China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP), yaitu Manufacturing PMI bulan Oktober di 50.2, lebih rendah dari perkiraan perlambatan 50.6 dari para analis dalam jajak pendapat Reuters, dari 50.8 pada September lalu. Level ini menjadi batas sinyal antara ekspansi dan kontraksi di sektor tersebut. Hasil ini semakin membenamkan sektor pabrikan Cina, yang mana sebagai negara industri tentunya laju lapangan kerja banyak disumbang oleh industri, yang kemungkinan berpotensi kembali mengalami perlambatan pertumbuhan menyusul laju pertumbuhan 6.5% selama kuartal ketiga lalu.

Pemerintah Beijing diketahui sebelumnya telah menjalankan langkah-langkah untuk mengelola perlambatan pertumbuhan yang terjadi setelah ekonomi Cina mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam tiga dekade terakhir. Salah seorang ahli statistik di Chinese Statistics Bureau, Zhao Qinghe dalam sebuah analisa tertulisnya menyebutkan bahwa faktor libur panjang di bulan Oktober serta ditambah oleh faktor eksternal yang dinilai sangat kompleks dan variabel, menjadi penyebab terjadinya gejolak di permintaan dan penawaran.

Hal yang sama juga terjadi terhadap sektor non-manufaktur yang ditunjukkan oleh data Non-Manufacturing PMI yang melambat di 53.9 di bulan Oktober, dari 54.9 di bulan sebelumnya, bahkan masih lebih rendah dari perkiraan di 54.7 dari para analis. Jadi anggapan bahwa libur panjang menjadi faktor penyebab lambatnya pertumbuhan bisnis di Cina, tidak sepenuhnya benar seiring sektor jasa yang juga mengalami pertumbuhan yang lesu di bulan Oktober, yang mana sektor ini biasanya diuntungkan oleh momentum liburan.

Laju aktivitas sektor bisnis yang lembat telah memberikan dampak terhadap laju belanja konsumen yang nampaknya melemah, seiring pertumbuhan upah pekerja yang masih belum menunjukkan pertumbuhan yang stabil.(WD)

Related posts