Laporan Pendapatan Perbankan Menekan Bursa Wall Street

Hasil laporan pendapatan dari sejumlah perusahaan di sektor perbankan AS telah memberikan tekanan bagi pergerakan indeks saham utama di bursa Wall Street, akibat dari kekhawatiran yang timbul terhadap prospek penurunan suku bunga The Fed yang berpotensi mengurangi keuntungan mereka.

JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co melaporkan hasil laba triwulan yang lebih baik dari estimasi, namun keduanya melaporkan pendapatan bunga bersih yang lebih lemah yang merujuk kepada kenaikan biaya deposito.

Saham dari JPMorgan sempat turun di sesi perdagangan waktu New York, akan tetapi berhasil menghapus kerugian awal mereka dan mengakhiri perdagangan 1.1% lebih tinggi, namun saham Wells Fargo justru melemah hingga 3.0% terkait kekecewaan bank tersebut terhadap prospek pemangkasan biaya.

Michael O’Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut mengatakan bahwa harapan dari sektor perbankan adalah kurva imbal hasil yang tetap datar, sehingga pasar masih akan terus melihat kompresi terhadap margin bunga bersih, yang mana hal tersebut akan mengganggu profitabilitas mereka.

Selain itu penurunan bursa saham juga diakibatkan oleh Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa ada banyak cara untuk melakukan kesepakatan perdagangan dengan Cina, sekaligus mengelurakan ancamannya untuk kembali memberlakukan tarif lain untuk barang-barang produk Cina senilai $325 milliar.

Sementara itu Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Robert W. Baird, mengomentari pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa dalam kondisi pasar yang cenderung sepi maka berita utama semacam komentar Trump memiliki efek yang semakin besar, sehingga jika itu bukan sesuatu yang belum diketahui oleh para investor secara pasti, namun hal tersebut dapat menimbulkan pergerakan di pasar secara mudah.

Saham Goldman Sachs Group Inc juga mencatat kenaikan 1.9%, seiring perusahaan tersebut dianggap sebagai yang paling sensitif terhadap suku bunga dibandingkan dua bank besar lainnya yang juga melaporkan hasil triwulan mereka.

Saat penutupan sesi perdagangan AS semalam, indeks Dow Jones ditutup turun 0.09%, sementara indeks S&P 500 melemah 0.34% dan indeks Nasdaq mencatat kerugian hingga 0.43%.

Nilai saham dari Johnson & Johnson merosot hingga 1.6% setelah perusahaan diversifikasi kesehatan tersebut menegluarkan peringatan bahwa persaingan dari obat generik dapat mempengaruhi hasil kuartal ketiga dari perusahaan tersebut, sehingga menjadi hambatan terbesar kedua di indeks S&P 500.

Laporan data ekonomi Retail Sales AS di bulan Juni memberikan hasil yang lebih baik dari perkiraan, sehingga mencerminkan laju pengeluaran konsumen yang kuat. Namun demikian data tersebut tidak mampu mengubah ekspektasi penurunan suku bunga di bulan ini, meskipun sedikit menurunkan perkiraan pemangkasan suku bunga yang agresif.(WD)

Related posts