Header Ads

Maskapai Jepang ANA Menjajaki Kesepakatan Pembelian Jet Dengan Boeing

Produsen pesawat komersil asal AS, Boeing Co telah semakin dekat dengan kesepakatan senilai $3.5 milliar untuk menjual 30 unit pesawat komersil jenis jet 737 MAX ke maskapai terbesar di Jepang, ANA Holdings. Kesepakatan ini akan menjadi penjualan pertama produk jet terbaru dari Boeing ke maskapai Jepang.

Selain itu maskapai ANA merupakan maskapai pertama dari Jepang yang memilih pesawat jenis A320neo dari produsen pesawat asal Perancis, Airbus SE. Pengumuman kesepakatan ini kemungkinan akan dirilis pada malam hari nanti, tergantung pada persetujuan akhir dari maskapai tersebut. Pihak ANA telah memberikan konfirmasi bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pesanan pesawat jet dari Boeing, namun tidak memberikan rincian secara lebih detail.

Hingga saat ini dua produsen pesawat komersil yang bersaing di pangsa pasar dunia, Boeing dan Airbus telah mengumpulkan ribuan pesanan untuk pesawat jet berpenumpang, yang saat ini telah menggunakan mesin generasi terbaru serta fitur penghematan bahan bakar yang signifikan. Hingga akhir bulan Maret tahun lalu, sebanyak 81% dari pesawat milik maskapai ANA diproduksi oleh Boeing.

Sementara perusahaan maskapai pesaing dari ANA, Japan Airlines Co Ltd telah mengoperasikan sebagian besar armada Boeing mereka, sehingga mampu menempatkan Boeing di posisi dominan di pasar penerbangan utama di negara mana pun.

Jepang memang dikenal telah menggunakan pesawat-pesawat besar sejak masa lalu, untuk menunjukkan komitmennya untuk membeli barang-barang produk AS di tengah pasang surut dan gesekan yang terjadi di sektor perdagangan global.

Saat ini Washington dan Tokyo tengah mendiskusikan pakta perdagangan potensial, menyusul tekanan yang meningkat terhadap Jepang untuk memangkas surplus perdagangan mereka dengan AS yang mencapai $56 milliar di tahun 2018 lalu, turun dari surplus tahunan sebesar $69 milliar di tahun 2017 sebelumnya.

Namun demikian Jepang menyampaikan penegasan mereka bahwa pakta apapun tidak akan menjadi perjanjian perdagangan bebas yang lebih luas, tetapi U.S. Trade Representative Robert Lighthizer mengatakan pada tahun lalu bahwa dirinya mempunyai tujuan untuk mencari kesepakatan perdagangan bebas secara penuh.(WD)

Related posts