Header Ads

Mayoritas Bursa Asia Mengalami Penurunan

Sebagian besar bursa saham di kawasan Asia mengalami penurunan sejak sesi perdagangan pagi tadi, akibat imbas penurunan bursa saham Eropa dan AS di perdagangan semalam yang diakibatkan oleh kenaikan kasus pandemi Covid-19 sehingga harapan berakhirnya pandemi telah meredup.

Kekhawatiran atas masalah logistik dalam memproduksi dan mengangkut vaksin secara massal, serta jumlah kasus yang terus meningkat di Eropa dan AS telah memicu kekhawatiran bahwa akan lebih banyak negara yang berpotensi kembali memberlakukan kebijakan lockdown, dan membayangi banyaknya berita positif dari pengembang vaksin.

Sebelumnya di awal pekan ini produsen obat Pfizer Inc yang bekerja sama dengan BioNTech asal Jerman telah mengumumkan hasil yang positif dari kandidat vaksin mereka BNT-162b2, sementara pihak Rusia juga menyampaikan bahwa kandidat vaksin milik mereka Sputnik V juga telah menunjukkan tingkat efektifitas hingga 92%, serta pihak Moderna Inc juga menyampaikan bahwa vaksin mRNA-1273 telah selesai saat pengumpulan data untuk analisis mereka.

Selain itu ketidakpastian terhadap langkah-langkah stimulus terbaru AS masih tetap mengemuka, seiring Presiden Donald Trump yang meninggalkan kebangkita negosiasi dengan Ketua DPR Nancy Pelosi.

Hingga saat ini indeks saham Hangseng Hong Kong bergerak 0.61% lebih rendah, sementara indeks saham Kospi Korea Selatan ditutup dengan membalikkan keadaan dan menguat 0.82%, sedangkan indeks Nikkei berhasil naik 0.24% setelah sempat turun 1% di sesi perdagangan pagi.

Sementara bursa ASX 200 Australia bergerak turun 0.33% di sesi perdagangan pagi tadi, setelah adanya laporan bahwa hubungan antara Australia dan Cina semakin memburuk setelah pihak Cina menyalahkan Australia atas meningkatnya ketegangan.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Urusan Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan bahwa untuk beberapa waktu pihak Australia telah melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional dan membuat kata-kata dan perbuatan yang salah tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan inti Cina, termasuk yang terkait dengan Hong Kong, Xinjiang dan Taiwan, dan secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri Cina.

Dilaporkan pula bahwa dewan legislatif Hong Kong masih dilanda ketidakpastian karena semua anggota parlemen oposisi mengundurkan diri karena persyaratan patriotisme baru yang diterapkan oleh pemerintahan Beijing awal pekan ini.

Shanghai Composite jatuh 0.82% dan Shenzhen Component melemah 0.75%, seiring ketegangan antara Cina dan AS yang meningkat setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang investasi AS di perusahaan Cina yang ditentukan untuk dimiliki atau dikendalikan oleh militer Cina, menyusul Cina dianggap semakin mengeksploitasi ibu kota AS untuk langkah pengembangan dan modernisasi militer, inteleijen dan aparat keamanan lainnya.

Disebutkan bahwa Cina akan bergabung dengan 14 negara Asia Pasifik lainnya dalam menandatangani perjanjian perdagangan bebas dalam pakta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) saat berakhirnya KTT ASEAN ke 37 pada 15 November lusa.(WD)

Related posts