Mayoritas Bursa Eropa Dibuka Rebound

Mayoritas pasar saham di kawasan Eropa dibuka lebih tinggi, dan mengalami rebound setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam di sesi perdagangan Jumat pekan lalu.

Namun demikian nampaknya pergerakan bursa ekuitas Eropa masih terbebani oleh keputusan dari Presiden AS Donald Trump untuk meninggalkan rencannya terhadap dibukanya kembali aktifitas ekonomi AS.

Pada saat ini indeks saham DAX Jerman dibuka dengan kenaikan 1.7%, sementara indeks CAC Perancis menguat 0.7%, sedangkan FTSE Inggris diperdagangkan 0.6% lebih tinggi.

Akan tetapi kondisi pasar sepertinya masih berhati-hati seiring jumlah infeksi COVID-19 yang semakin meluas di seluruh dunia.

Presiden Donald Trump telah meninggalkan harapannya untuk mencabut pembatasan pada ekonomi AS sebelum Paskah, memperluas pedoman saat ini tentang social distancing hingga akhir April nanti.

Sebelumnya pada pagi hari tadi People’s Bank of China telah memangkas suku bunga mereka menjadi 2.2% dari 2.4%, yang mana ini merupakan pengurangan terbesarnya dalam hampir lima tahun terakhir.

PBOC juga mengumumkan rencana untuk menerapkan perjanjian pembelian kembali dalam 7 hari, untuk memasukkan dana sebesar 50 milliar Yuan atau sekitar $7.04 milliar ke dalam sistem perbankan Cina.

Terkait akan hal ini, Iris Pang selaku analis di ING mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga ini tidak terduga, namun suntikan likuiditas mereka lebih mengejutkan bagi pasar.

Pang menilai bahwa PBOC tidak hanya berhenti menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem mereka sejak 16 Maret, tetapi bahkan menarik likuiditas hingga sebesar 33 milliar Yuan pada Sabtu kemarin sebelum melakukan suntikan dana saat ini.

Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya melihat penurunan suku bunga ini sebagai langkah untuk menghindari krisis keuangan karena likuiditas telah cukup di pasar antar bank Cina.

Selama pekan ini akan ada banyak data ekonomi yang akan dirilis oleh Eurozone, seperti data sentimen ekonomi yang akan menawarkan wawasan mengenai bagaimana kondisi sektor bisnis dan konsumen bereaksi terhadap kondisi saat ini, meskipun jumlahnya dinilai mendahului tindakan pembatasan baru yang diberlakukan sejak survei tersebut dilakukan.

Sektor otomotif Eropa juga akan menjadi fokus pada hari ini setelah Toyota Motor Jepang mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan produksi di semua pabriknya di Eropa. Saat ini Toyota memiliki tujuh pabrik di Eropa, yaitu di Perancis, Inggris, Republik Ceko, Polandia, Turki, Portugal dan Rusia.(WD)

Related posts