Mayoritas Bursa Saham Asia Diperdagangkan Lebih Rendah

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia dibuka di level yang lebih rendah pada sesi perdagangan pagi ini, setelah saham-saham di lantai bursa Wall Street anjlok dalam dua hari terakhir, seiring para investor yang bergegas mengamankan investasinya di tengah kekhawatiran terhadap meluasnya epidemi virus corona.

Secara keseluruhan indeks MSCI Asia diluar Jepang diperdagangkan di kisaran 0.59% lebih rendah, sementara S&P/ASX 200 di Australia mencatat pergerakan 1.74% lebih rendah, sedangkan hingga saat ini indeks Kospi Korea Selatan terpantau bergerak turun sebesar 1.81%.

Para investor saat ini akan terus memantau perkembangan terbaru terkait penyebaran wabah virus corona di sejumlah negara di luar Cina, seiring peringatan resmi dari badan kesehatan AS yang menyatakan bahwa kemungkinan hal ini akan menjadi pandemi global.

Baru-baru ini terjadi lonjakan kasus infeksi virus corona di luar Cina, dimana otoritas Korea Selatan telah mengkonfirmasi lebih dari 900 kasus infeksi di negara tersebut.

Sementara itu, Italia telah menjadi negara yang paling parah terkena dampak di luar Asia, dengan lebih dari 200 kasus dilaporkan, sedangkan Iran juga mengkonfirmasi sedikitnya 12 kematian yang disebabkan oleh virus COVID-19 tersebut.

Pada sesi perdagangan semalam, bursa Wall Street kembali mencatat penurunan dalam dua hari berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun hingga 3.15%, sementara indeks S&P 500 mencatat kerugian sebesar 3.03%, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup 2.77% lebih rendah.

Hal ini tidak terlepas dari sejumlah faktor yang menghiasi pergerakan bursa saham di AS, seperti pernyataan dari pejabat Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Dr Nancy Messonnier mengatakan bahwa AS harus bersiap dengan potensi penyebaran virus corona di AS bisa memburuk.

Sementara itu pergerakan di pasar obligasi juga membuat para investor menjadi lebih cemas, seiring imbal hasil Treasury 10-year AS mencapai level terendahnya sepanjang masa, sedangkan yield obligasi AS tenor 30 tahun juga mencatat rekor terendahnya.(WD)

Related posts