Mayoritas Bursa Saham Di Eropa Mencatat Kenaikan

Bursa saham Eropa mencatat kenaikan di sesi perdagangan awal pekan ini, seiring sektor-sektor siklus memimpin kenaikan karena investor berharap musim pendapatan yang akan datang dan pembicaraan stimulus akan menjadi masukan bagi pemulihan ekonomi dari penurunan yang disebabkan oleh virus corona.

Indeks Pan European STOXX mencatat kenaikan 0.5% seiring perusahaan penambang XPP mampu memperoleh keuntungan hingga 1.7% di tengah optimisme terhadap laju pemulihan ekonomi Cina serta harga logam yang mengalami lonjakan.

Sementara itu sektor yang berorientasi dengan laju pertumbuhan lainnya, seperti sektor Travel & Leisure, perbankan, produsen mobil serta minyak dan gas mencatat kenaikan antara 0.6% hingga 1.2%.

Selain itu sentimen investor global juga dalam kondisi yang positif di awal pekan ini, saat memasuki musim laporan pendapapatan kuartal kedua di AS dan Eropa, serta harapan terhadap pertemuan puncak untuk membahas dana pemulihan Uni Eropa serta pertemuan kebijakan dari European Central Bank.

Direktur Investasi AJ Bell, Russ Mold mengatakan bahwa tampaknya ada beberapa optimisme yang meningkat di pasar mengenai aktifitas bisnis yang nampaknya telah melampaui harapan.

Sejumlah perusahaan yang terdaftar di indeks STOXX 600 diperkirakan akan melaporkan penurunan laba di kuarta kedua hingga sebesar 54%, yang menurut data dari Refinitiv merupakan pembacaan kuartalan terburuk untuk kawasan Eropa.

Sedangkan Bank Sentral Eropa diperkirakan tidak akan membuat langkah kebijakan besar, seiring para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan pada 17-18 Juli mendatang untuk menuntaskan rincian terkait dana pemulihan kawasan Uni Eropa senilai €750 miliar, yang akan menjadi faktor kunci bagi pergerakan bursa saham di Eurozone.

Dalam sebuah catatan analis di RBC, disebutkan bahwa pihaknya merasa optimis bahwa kesepakatan mengenai European Recovery Fund dapat tercapai, meskipun hal tersebut nampaknya bersifat “touch and go”, namun setidaknya akan memberikan peran penting bagi pergerakan pasar di kawasan tersebut.

Sebelumnya pasar keuangan telah mendapatkan manfaat dari stimulus senilai triliunan Dollar, serta kemajuan dalam pengembangan pengobatan Covid-19, bahkan disaat WHO melaporkan peningkatan kasus infeksi virus corona secara global yang menyentuh rekornya di hari Minggu kemarin.

Dari sisi korporasi dilaporkan bahwa produsen katup asal Finlandia, Neles mencatat lonjakan nilai sahamnya hingga 36.5%, hingga mencapai rekor tertingginya setelah kelompok industri Swedia, Alfa Laval mengumumkan penawaran secara tunai senilai €1.73 milliar, sementara itu saham perusahaan blue chips asal Norwegia, OSEAX mengalami lonjakan sebesar 1.6%, yang merupakan kenaikan persentase harian terbesarnya dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Kelompok produsen peralatan higiene asal Swedia, Essity mencatat perdagangan yang cenderung datar setelah mereka melaporkan kenaikan margin dalam pendapatan inti di kuartal kedua, akibat dari berkurangnya pembelian massal terhadap produk-produknya di saat negara-negara di belahan dunia mulai membuka lockdown secara bertahap.(WD)

Related posts