Header Ads

NBS : Manufaktur Cina Melambat Akibat Trade Wars Dan Cuaca Buruk

Seperti yang sudah diperkitakan sebelumnya, pertumbuhan sektor manufaktur Cina untuk bulan Juli terpantau melambat dan mencatat penurunan lebih besar dari perkiraan, seiring hambatan perdagangan antara Cina dan AS serta faktor cuaca buruk yang mempengaruhi aktifitas pabrikan. Manufacture Purchasing Manager Index (PMI) dirilis turun menjadi 51.2 di bulan Juli, dari 51.5 pada bulan sebelumnya, namun masih di atas level 50 yang menjadi batas antara pertumbuhan dan kontraksi. Survei Reuters terhadap analis memperkirakan penurunan di kisaran 51.3, dan data ini mencatat angka terendahnya sejak Februari.

Hingga saat ini acuan terhadap aktivitas sektor pabrikan Cina, menjadi faktor utama untuk mengukur kesehatn ekonomi di negeri Tirai Bambu tersebut. Cina mencatat pertumbuhan yang moderat selama periode kuartal kedua, seiring upaya pemerintah untuk mengatasi risiko hutang dalam mencapai target pertumbuhannya, serta dibarengi oleh terjadinya Trade Wars dengan AS. Pertumbuhan ekspor Cina selama bulan Juni dilaporkan sedikit melemah dibanding bulan sebelumnya, namun secara keseluruhan masih tercatat solid mengingat para eksportir bergegas untuk melakukan pengiriman sebelum berlakunya tarif bea masuk baru yang dibebankan oleh AS terhadap produk-produk dari Cina.

Biro Statistik Nasional Cina juga melaporkan indeks aktifitas di sektor jasa untuk bulan Juli yang dirilis turun menjadi 54.0 dari 55.0 di bulan sebelumnya. Saat ini para pembuat kebijakan di Cina nampaknya mulai mengandalkan pertumbuhan di sektor jasa dan konsumsi untuk menyeimbangkan kembali model pertumbuhan ekonomi mereka yang sangat bergantung kepada sektor investasi dan ekspor.

Akhir-akhir ini sektor jasa memberikan kontribusi berkontribusi lebih dari separuh aktifitas ekonomi, seiring meningkatnya upah sehingga meningkatnya belanja konsumen Cina. Dalam upaya untuk melunakkan tekanan terhadap ekonomi akibat Trade Wars, pihak Beijing berencana untuk memamsukan lebih banyak uang ke proyek infrastruktur serta mengurangi pembatasan pinjaman terhadap pemerintah daerah. (WD)

Related posts