Header Ads

Nissan Mempertimbangkan Untuk Tidak Melakukan Merger Dengan Renault

Salah seorang anggota dewan direkstur dari Nissan Motor Co mengatakan bahwa pihaknya tidak sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan merger dengan para pemegang saham teratas dari produsen otomotif asal Perancis, Renault dan saat ini tidak ada calon anggota dewan dari produsen otomotif asal Jepang tersebut yang mendesak untuk menjadikannya masalah untuk saat ini.

Di saat Nissan tengah kehilangan mantan Chief mereka, Carlos Ghosn yang mampu mengatur sistem penyelamatan keuangan mereka pada dua dekade lalu, mitra utama mereka asal Perancis, Reanult SA secara diam-diam melakukan manuver untuk suatu pembicaraan merger. Selain itu pemerintah Perancis juga mempertimbangkan bahwa kondisi status quo saat ini telah melemahkah aliansi dan untuk itu mereka tidak dapat melanjutkannya.

Akan tetapi Keiko Ihara yang mengawasi upaya untuk merombak tata kelola, mengatakan bahwa jika menilik dari fokus Nissan saat ini terhadap peningkatan tata kelola perusahaan dan pemulihan dari serangkaian hasil yang buruk, maka masalah merger untuk saat ini tidak menjadi fokus perhatian mereka.

Lebih lanjut Ihara mengatakan bahwa pihaknya tidak punya waktu untuk merasakan tekanan apapun yang nampaknya datang dari luar, dan mereka mengatakan bahwa tidak ada anggota dewan direktur yang berkeinginan menjadikan hal ini sebagai topik diskusi resmi untuk saat ini. Ihara juga mengatakan bahwa Nissan memiliki banyak bakat internal sehingga dapat memilih generasi eksekutif berikutnya setelah eksodus yang dilakukan oleh para pejabat tingkat atas menyusul tergulingnya posisi Ghosn.

Nissan juga merombak struktur dalam dewan pimpinannya dan merubah cara mereka untuk menunjuk jajaran eksekutif serta menentukan upah mereka ketika berupaya untuk meningkatkan tata kelola perusahaan setellah menuduh Ghosn melakukan pelanggaran keuangan.

Pada pekan lalu Nissan telah mengumumkan daftar 11 nominasi untuk calon anggota dewan direksi yang diperluas, melipusi chief Renault, Jean Dominique Senard dan CEO Thierry Bollore, yang akan melalui pemilihan saat rapat umum pemegang saham di bulan depan. Ihara mengatakan bahwa Nissan adalah perusahaan global sehingga memiliki banyak personil yang memiliki pengalaman dan keahlian global yang mendalam.(WD)

Related posts