Novartis Membeli Produk Obat Mata Dari Takeda Senilai $5.3 Milliar

Perusahaan produsen obat asal Swiss, Novartis telah membeli produk obat mata Xiidra dari Takeda Pharmaceutical Co hingga senilai $5.3 milliar, karena Novartis berupaya untuk memperbaharui portofolio obat-obatan mata yang potensial. Dalam kesepakatan disebutkan bahwa pembayaran dilakukan dimuka sebesar $3.4 milliar dan sisanya $1.9 milliar akan dibayarkan selanjutnya.

Proses akuisisi produk dari Takeda telah menambah daftar sejumlah transaksi besar dari Novartis dalam waktu setahun terakhir, seiring perusahaan yang berbasis di Basel tersebut telah meningkatkan portofolionya sekaligus melepaskan aset non inti mereka untuk lebih fokus kepada obat-obatan dari resep dokter. Ini juga menandai kesepakatan antara Jepang dan Eropa di sektor farmasi, setelah produsen obat asal Inggris Astrazeneca menjalin kerjasama dengan Daiichi Sankyo senilai $6.9 milliar untuk eksperimen obat kanker payudara pada bulan Januari lalu.

Kesepakatan ini diharapkan akan ditutup setelah bulan Juli, yang menurut analis dari Bank Vontobel di Zurich mengatakan bahwa hal ini telah memberi tim pemasaran dari Novartis untuk tidak hanya menjual obat Xiidra, namun obat mata lainnya yang saat ini tengah menunggu persetujuan peraturan.

Lebih lanjut analis dari Vontobel, Stefan Schneider mengatakan bahwa meskipun ada kompetisi generik, namun pihaknya berpikir bahwa Xiidra cuku terdiferensial, dan pasar farmasi cukup besar saat ini untuk mencapai status blockbuster sehingga membenarkan harga yang tinggi. Xiidra dengan penjualan $400 juta di tahun lalu, telah mendapat persetujuan di pasar besar termasuk AS, Kanada dan Australia, mempunyai produk saingan Restasis Allergan yang lebih dahulu dipasarkan.

Produsen obat generik Teva memiliki versi generik Restasis di Kanada dan saat ini tengah merencanakan peluncuran di pasar AS, seperti halnya Mylan yang tengah menunggu penyelesaian perselisihan hukum. Saat ini obat Xiidra belum mendapatkan persetujuan pengaturan dari pihak berwenang di Eropa.

Bagi pihak Takeda ini adalah divestasi pertama sejak pengambilalihan Leveraged Shire pada bulan Januari lalu, yang merupakan bagian dari kesibukan transaksi farmasi bernilai milliaran Dollar, menyusul produsen obat tersebut tengah berupaya untuk memberli perusahaan lain untuk memerangi hak paten yang sudah kadaluarsa pada produk obat-obatan blockbuster mereka, serta sekaligus memperbaharui pengembangan distribusi produk obat-obatan mereka.

Pembuat obat terbesar di Jepang bertujuan untuk membuang aset senilai $10 milliar untuk memangkas hutang dan juga mengatakan mereka menjual TachoSil, sebuah produk patch bedah untuk pengendalian pendarahan kepada pihak Johnson & Johnson’s Ethicon seharga $400 juta.

CEO Takeda Christophe Weber dalam sebuah pernyataannya, mengatakan bahwa pihaknya bekerja untuk menyederhanakan sekaligus mengoptimalkan portofolio mereka secara strategis, sembari melakukan deleveraging dengan cepat. Pasca pengumuman tersebut nilai saham Novartis turun 0.7%, sementara nilai saham Takeda ditutup naik 0.2% di bursa Tokyo.(WD)

Related posts