Header Ads

Operator Uniqlo Memangkas Prospek Pendapatan Sebesar 11%

Perusahaan retail terbesar Jepang, Fast Retailing Co yang dikenal sebagai operator Uniqlo, mengatakan pihaknya menurunkan prospek setahun penuh untuk laba operasi sebesar 11%.

Saham perusahaan turun 3.12% di Tokyo pada hari Jumat pagi setelah berita tersebut.

Momentum penjualan diluar negeri terluka oleh protes berbulan-bulan di Hong Kong yang berubah menjadi kekerasan dan pertengkaran perdagangan antara Jepang dan Korea Selatan yang membuat boikot terhadap barang-barang Jepang menjadi salah satu alasan.

Perusahaan melaporkan penurunan 3.6% dalam penjualan kuartal pertama untuk segmen internasional Uniqlo. Laba operasional untuk bisnis internasional juga turun 28%, penurunan kuartalan pertamanya sejak 2016.

Korea Selatan memiliki jumlah toko Uniqlo terbesar kedua setelah Cina. Takeshi Okazaki, Kepala Keuangan Fast Retailing, mengatakan bisnis Korea terus menurun dan ada dampak yang lebih besar pada penjualan.

“Korea adalah segmen yang sangat penting bagi kami, dan tidak jelas berapa lama situasi ini akan berlanjut,” tambahnya.

Fast Retailing mengandalkan penjualan luar negeri yang kuat untuk mendukung pertumbuhannya, karena pasar Jepang sendiri terlalu lemah untuk mendukungnya.

Related posts