Header Ads

Paket Kebijakan Ekonomi Baru China Mendorong Indeks Saham Hang Seng Ke Tertinggi Bulanan

Indeks Hang Seng terbang ke tertinggi bulan ini di tengah paket kebijakan China dirilis. China mulai ancang-ancang mengamankan perekonomiannya. China meluncurkan paket kebijakan yang ditargetkan untuk meningkatkan permintaan domestik. Langkah-langkah yang diumumkan Senin malam usai pertemuan Dewan Negara China di Beijing itu dimaksudkan sebagai antipasi yang lebih fleksibel untuk ketidakpastian eksternal. Paket kebijakan yang diumumkan itu antara lain berisi pemotongan pajak yang bertujuan untuk mendorong belanja riset dan pengembangan perusahaan, dukungan untuk perusahaan kecil dan penerbitan obligasi untuk investasi infrastruktur.

Seperti dikutip Bloomberg, dalam pengumuman tersebut disebutkan, kebijakan fiskal China sekarang akan lebih proaktif dan lebih terkoordinasi dengan kebijakan keuangan. Ini menjadi sinyal bahwa Kementerian Keuangan China akan meningkatkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi karena selama ini, fungsi itu lebih banyak dimainkan Bank Sentral China. Untuk memompa ekonomi China, People’s Bank of China (PBOC) telah memangkas rasio cadangan tiga kali tahun ini dan meluncurkan serangkaian kebijakan untuk sektor swasta dan usaha kecil.

Hasil pertemuan Dewan Negara China juga menegaskan lagi kebijakan China yang ingin menyeimbangkan antara pelonggaran dan pengetatan serta menjaga likuiditas dalam tingkat yang wajar dan memadai.

“Saya pikir tidak ada pelonggaran atau perubahan kebijakan yang signifikan. Itu lebih kebijakan ‘fine-tuning’,“ kata Larry Hu, Kepala Ekonomi China dari Macquarie Securities Hong Kong.

Berikut ini paket kebijakan ekonomi yang disiapkan China:

1. Memberikan potongan pajak tambahan sebesar 65 miliar yuan atau setara US$ 9.6 miliar untuk perusahaan yang memiliki bujet riset dan pengembangan (R & D).
2. Mempercepat penjualan obligasi khusus untuk membantu pembiayaan infrastruktur pemerintah daerah.
3. Mengurangi pembatasan penerbitan obligasi keuangan bank untuk pembiayan perusahaan kecil.
4. Mengaktifkan investasi swasta dengan memperkenalkan proyek transportasi, gas, dan telekomunikasi.
5. Lebih membuka kebijakan yang menarik pebisnis asing berinvestasi kembali (reinvest).
6. Mendorong pemerintah daerah memanfaatkan dana fiskal yang belum dimanfaatkan dengan baik.
7. Memandu lembaga keuangan untuk memastikan pendanaan yang masuk akal bagi lembaga pembiayaan pemerintah daerah, sehingga proyek yang diperlukan tidak tertahan.
8. Memfasilitasi perencanaan dan konstruksi sejumlah proyek besar.

(hdr)

Related posts