Pasar Asia Antisipasi Meningkatnya Ketegangan Trade War

Pasar Saham Asia jatuh pada sesi Senin pagi karena investor resah atas meningkatnya ketegangan perang dagang AS dan China. Akibatnya Yuan China jatuh melewati 7 yuan per dolar ke level rekor terendah dalam perdagangan di luar China.

Pasar Saham turun lebih dari 1% di Jepang dan Korea Selatan, dan indeks berjangka S&P 500 merosot. Saham Australia juga dibuka lebih rendah. Saham berjangka mengisyaratkan juga akan jatuh di Hong Kong, yang menjadi fokus karena pengunjuk rasa mengganggu sistem transportasi kota dengan seruan untuk mogok umum.

Won Korea Selatan tergelincir untuk hari ketiga, terpukul hingga level terlemah sejak Januari 2017. Sedangkan yen Jepang naik. Imbal hasil Treasury 10-tahun turun ke level terendah sejak November 2016.

Indeks S&P 500 ditutup lebih rendah pada hari Jumat, dalam minggu terburuk sejak aksi jual di bulan Desember, sementara aset Treasuries naik.

Sedangkan rilis data pekerjaan AS yang solid pada Juli tidak banyak mengubah pandangan tentang ekonomi dan jalur kebijakan tingkat suku bunga. Trump kembali memeberikan retorikanya Jumat malam, dengan mengatakan ia bisa meningkatkan tarif terhadap China ke “angka yang jauh lebih tinggi,” sebelum twitnya Sabtu bahwa semuanya berjalan “sangat baik.” Namun disambut China yang berkomitmen siap untuk melawan ancaman tarif.

Selain itu, investor akan mengawasi sejumlah pidato atau komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve minggu ini. Musim laporan penghasilan perusahaan kuartal kedua masih akan berlanjut.

Dari Inggris, spekulasi telah muncul Perdana Menteri Boris Johnson sedang mempersiapkan tidak hanya untuk Brexit pada 31 Oktober, tetapi juga untuk pemilihan umum.

Related posts