Header Ads

Pasar Asia Kerepotan Respon Data Tenaga Kerja AS

Pasar saham Asia masih kerepotan untuk mendapatkan minat investor pada perdagangan Senin setelah data tenaga kerja AS menimbulkan keraguan tentang kekuatan ekonomi global. Sementara itu, investor juga gelisah menjelang voting Brexit penting di parlemen Inggris minggu ini sehingga membebani pasar forex terutama pound.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,2 persen setelah empat sesi berturut-turut di zona merah pekan lalu.

Indeks utama Wall Street membukukan penurunan mingguan terbesar sejak pasar anjlok pada akhir 2018 pekan lalu, jatuh untuk hari kelima berturut-turut pada hari Jumat karena data tenaga kerja yang mengejutkan.

Ekonomi AS hanya menciptakan 20.000 pekerjaan pada bulan Februari, pembacaan terlemah sejak September 2017. Akibatnya, yields obligasi turun, dimana yields Treasury 10-tahun mencapai level terendah dua bulan 2,607 persen. Terakhir berada di level 2,638 persen.

Yields obligasi dua tahun juga mencapai level terendah dua bulan 2,438 persen, mendekati tingkat suku bunga Fed saat ini sekitar 2,40 persen.

Fed fund futures memperkirakan peluang penurunan suku bunga lebih dari 20 persen tahun ini.

“Angka utama sangat lemah sehingga pasar bisa bereaksi lebih agresif. Saya akan mengatakan pasar bereaksi relatif tenang karena ada unsur-unsur yang menunjukkan kelemahan bersifat sementara,” kata Tomoaki Shishido, ahli strategi pendapatan tetap di Nomura Securities.

Sementara pertumbuhan pekerjaan lemah, pendapatan per jam rata-rata naik 11 sen, atau 0,4 persen, meningkatkan kenaikan tahunan menjadi 3,4 persen, kenaikan terbesar sejak April 2009.

Hari ini, pasar akan berfokus pada rilis data angka penjualan ritel untuk bulan Januari pada jam 20.30 WIB.

Related posts