Header Ads

Pasar Ekuitas Tergerus Penyebaran Wabah Virus Corona

Sejumlah bursa saham global tergelincir saat memasuki sesi perdagangan di awal pekan ini seiring para investor yang menghindari ekuitas akibat meningkatnya kekhawatirang mengenai meluasnya ruang lingkup penyebaran wabah virus Corona.

Kekhawatiran inilah yang memberikan dukungan bagi sejumlah aset safe haven seperti mata uang Yen Jepang, Komoditas Emas dan memicu permintaan yang besar terhadap Treasury dan menimbulkan berita utama di pasar keuangan.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Minggu, mengatakan bahwa kemampuan virus corona untuk menyebar semakin kuat dan infeksi akan terus meningkat dengan lebih dari 2000 orang terinfeksi secara global serta 76 diantaranya telah meninggal dunia akibat penyakit yang berawal dari kota Wuhan ini.

Kabinet Cina mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang libur Tahun baru Imlek selama tiga hari hingga 2 februari mendatang sehingga sekolah-sekolah akan ditutup lebih lama dari biasanya.

Saat ini para pelaku pasar tengah mengawasi secara hati-hati perkembangan seputar wabah virus ini, yang dianggap sebagai kondisi darurat di Cina oleh badan World Health Orgnaization, namun kondisi ini belum terjadi secara global.

Sejumlah bursa di kawasan Asia berjalan dengan lamban di libur Tahun Baru Imlek ini seiring sejumlah pasar keuangan ditutup untuk hari ini seperti di Cina, Hong Kong, Korea Selatan dan Australia.

Sedangkan ketiga indeks utama di Wall Street ditutup dengan penurunan tajam pada akhir pekan kemarin, menyusul indeks S&P500 yang mengalami penurunan 0.90%, persentase harian terbesarnya dalam lebih dari tiga bulan terkahir.

Indeks Dow Jones mencatat penurunan 0.58% dan indeks Nasdaq Composite melemah tajam sebesar 0.93% setelah lembaga US Centers for Disease Control and Prevention mengkonfirmasi bahwa ada dua warga AS yang terinfeksi virus tersebut.

Di pasar mata uang, kekhawatiran tentang virus justru memberikan dukungan bagi nilai tukar Yen Jepang, yang seiring dianggap sebagai mata uang yang aman karena status Jepang sebagai negara kreditor.(WD)

Related posts