Header Ads

Pasar Saham Asia Datar Setelah Rilis Data China Bervariasi

Pasar Saham Asia hampir tidak bergerak alias stabil pada perdagangan Kamis karena investor merspon dengan hati-hati terhadap data bervariasi dari China, sementara pound melambung ke dekat level tertinggi sembilan bulan karena risiko Brexit tanpa kesepakatan mereda menyusul voting malam hari.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang bertahan di 522,06 poin.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,5 persen sementara indeks saham Australia dan Selandia Baru masing-masing bertambah 0,2 persen.

Saham China berada di zona merah setelah data output industri berada pada laju paling lambat dalam 17 tahun, meskipun penjualan ritel dan investasi aset tetap tumbuh lebih dari yang diharapkan.

Investor mengamati data yang baru dirilis sebagai indikasi kesehatan ekonomi China setelah pertumbuhan mendingin menjadi 6,6 persen tahun lalu.

Meskipun pertumbuhan China melambat, pasar Asia telah mengalami reli yang mengesankan tahun ini, dimana indeks MSCI naik sekitar 10 persen sebagian besar setelah Federal Reserve AS mengabaikan rencana kenaikan suku bunganya.

Semalam, Wall Street dalam intensi perdagangan yang bagus setelah harga produsen AS nyaris naik tipis pada Februari. Ini bisa menjadi indikasi terbaru bahwa inflasi tetap moderat dan menegaskan harapan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan pendekatan “bersabar” untuk kebijakan pengetatan di masa depan.

 

Related posts