Pasar Saham Asia Masih Positif

Pasar Saham Asia naik tipis pada hari Senin karena saham China membalikkan kerugian di sesi awal karena harapan penyelesaian perang perdagangan AS-China dan harapan untuk arus masuk investasi yang lebih besar ke Hong Kong.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,19%. Diikuti Saham China naik 0,13%, dan Nikkei Jepang (N225) naik 0,28%.

Pound tergelincir dari level tertinggi lima bulan terhadap dolar dan euro setelah parlemen Inggris memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk mencari solusi penundaan batas waktu 31 Oktober untuk kepergian Inggris dari blok tersebut.

Pemungutan suara untuk perpanjangan memberikan pukulan terhadap optimisme bahwa kesepakatan yang disepakati minggu lalu akan memastikan Brexit terjadi dengan sedikit gangguan ekonomi.

Minyak berjangka turun karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi yang masih tersisa dan kelebihan pasokan minyak mentah mendorong spekulan untuk memangkas posisi panjang mereka.

Wakil perdana menteri China Liu He mengatakan pada hari Jumat bahwa Cina akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengatasi keprihatinan satu sama lain, dan bahwa menghentikan perang dagang akan baik bagi kedua pihak dan dunia.

Saham-saham di Hong Kong juga terangkat setelah bursa-bursa China merevisi aturan untuk memungkinkan investor daratan membeli saham kelas dua yang terdaftar di Hong Kong untuk pertama kalinya.

“Kami mendapat kabar positif dari Liu, dan memungkinkan investor China akses langsung ke saham dual list Hong Kong adalah hal positif lainnya,” kata Sean Darby, ahli strategi ekuitas global di Jefferies di Hong Kong.

Related posts