Pasar Saham Asia Terbebani Sentimen Kehati-hatian

Saham Asia berjuang untuk membuat keuntungan pada hari Selasa karena investor bersiap untuk peristiwa penting akhir pekan ini. Yaitu dimulainya musim laporan pendapatan (earning season) di AS dan KTT Brexit. Sementara itu kekhawatiran yang lebih luas tentang perlambatan pertumbuhan global pengaruhi sentimen.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang bergerak mendatar setelah menyentuh level tertinggi sejak akhir Agustus tahun lalu selama sesi sebelumnya. Indeks Nikkei Jepang turun 0,15 persen, sementara saham Australia dan blue chips China tetap stabil. Kontrak futures E-Mini S&P 500 kehilangan 0,15 persen.

Kemarin, pasar saham Wall Street menghasilkan kinerja beragam. Indeks Dow Jones kehilangan 0,3 persen sementara S&P 500 bertambah 0,1 persen. Kekhawatiran atas perlambatan laba di AS telah merusak ekuitas di sesi terakhir, meskipun laporan pekerjaan yang kuat minggu lalu membantu sentimen pasar.

Fokus investor tetap pada potensi pertemuan puncak Brexit yang penting serta pertemuan perdagangan antara Uni Eropa dan China yang dijadwalkan Selasa nanti. Pasar sepertinya berada dalam mode “wait and see”.

Diperkirakan pasar sedang mencari katalisator berikutnya yang diharapkan akan membawa pasar saham lebih tinggi, namun pasar juga harus waspada bahwa kenaikan dan pertumbuhan belakangan ini bisa membuat pasar terkoreksi tajam.

Selain itu, investor juga akan memperhatikan pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Rabu dan earning season kuartal pertama, dimana analis memperkirakan ini menjadi kontraksi pendapatan perusahaan kuartal pertama sejak 2016.

Angka inflasi Maret dan risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve akan dirilis pada hari Rabu. Laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang kuat tetapi menahan pertumbuhan upah, mendukung kebijakan dovish FED baru-baru ini.

Related posts