Header Ads

Pasar Saham Asia Terkoreksi Sebagai Respon Data China

Pasar Asia jatuh pada perdagangan pagi pada hari Rabu, dimana saham Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 1%. Data PMI China bulan Juli dan laba Q2 Samsung Electronics kini menjadi fokus pasar.

Indeks Komposit Shanghai China dan indeks Komponen Shenzhen masing-masing turun 0,8% dan 0,5%.

Data pagi ini menunjukkan bahwa PMI manufaktur di negara itu pada Juli berada di 49,7, lebih tinggi dari yang diperkirakan 49,6 dan 49,4 di bulan Juni. PMI Non-Manufaktur untuk bulan ini di 53,7, lebih rendah dari yang diharapkan 54,0 dan 54,2 untuk bulan lalu.

Perkembangan dalam pembicaraan perdagangan China-AS juga mendapat perhatian setelah Presiden AS Donald Trump menuduh China tidak membeli lebih banyak produk pertanian buatan AS seperti yang dijanjikan.

The Global Times, media milik pemerintah China, mengatakan AS harus menunjukkan “ketulusan” dalam pembicaraan perdagangan untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak. Media itu juga menambahkan bahwa pihak AS harus mengadakan “harapan yang masuk akal” setelah membuat “tuntutan tidak realistis yang melanggar kedaulatan dan martabat China.”

“Jika Washington masih memiliki ilusi bahwa Beijing akan menyerah dan berkompromi pada isu-isu mengenai kedaulatan dan kepentingan inti terkait lainnya untuk mencapai kesepakatan, maka tidak ada kesepakatan yang baik,” kata artikel itu.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,6%. Diikuti indeks KOSPI Korea Selatan turun 1,3%. Indeks kelas berat saham Samsung Electronics Co Ltd merosot lebih dari 2,5% setelah perusahaan tersebut mengatakan laba kuartal kedua turun 56%. Namun, jumlahnya sedikit lebih baik dari panduan yang diberikan Samsung pada awal Juli.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,1%. Data tentang kepercayaan konsumen negara akan keluar hari ini.

Related posts