Header Ads

Pasar Saham Asia Tertekan Setelah IMF Turunkan Outlook Lagi

Pasar saham Asia tergelincir pada perdagangan Selasa di tengah tanda-tanda pesimisme tentang pertumbuhan dunia. Sementara mata uang poundsterling masih dalam keragu-raguan karena rencana B untuk Brexit tampaknya masih belum memberikan kepastian.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen tetapi masih dalam jarak yang sangat dekat dengan level tujuh minggu yang menyentuh hari sebelumnya.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,2 persen, dibantu oleh koreksi yen.

Biasanya investor melihat pergerakan indeks saham berjangka AS, sebagai indikasi bagaimana Wall Street malam nanti akan dibuka. Hingga saat ini, indeks saham berjangka AS turun sekitar 0,2 persen.

Pasar saham AS libur kemarin sehingga perdagangan tetap tenang, tanpa fluktuasi berarti. Namun, harga saham di Eropa dan Amerika Latin terpukul setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan di China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Menambah kesan kehati-hatian dan ketidakpastian, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas outlook pertumbuhan globalnya dan sebuah survei menunjukkan pesimisme yang meningkat di antara para pelaku bisnis karena ketegangan perdagangan kembali meningkat tajam.

Outlook IMF yang suram, dirilis pada malam sebelum World Economic Forum di Davos, Swiss, menyoroti tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan ketika mereka menangani serangkaian krisis aktual dan potensial, dari trade war antara AS-China hingga isu Brexit.

Ini merupakan penurunan outlook IMF kedua berturut-turut.
Sterling diperdagangkan dengan hati-hati karena Perdana Menteri Inggris Theresa May menolak untuk mengesampingkan Brexit No Deal.

PM May menawarkan untuk memperbaiki kesepakatannya dengan mencari konsesi lebih lanjut dari Uni Eropa pada rencana cadangan untuk menghindari perbatasan keras di Irlandia.

Related posts