Pasar Saham Dalam Tekanan, Risiko Resesi Meningkat

Pasar Saham Asia bersiap untuk volatilitas tinggi pada perdagangan Kamis karena langkah yang diambil oleh bank sentral memicu kekhawatiran resesi global, mendorong yield obligasi AS menuju level rekor terendah dan mengangkat harga emas hingga melewati $ 1.500 untuk pertama kalinya sejak 2013.

Harga Spot emas bertahan di $ 1,503.56 per ons, setelah mencapai level harga $ 1.510. Logam mulia telah melonjak 16% sejak Mei karena memburuknya perselisihan perdagangan antara China – AS memicu aksi beli besar-besaran ke safe havens.

“Pasar keuangan mulai meningkatkan risiko resesi,” kata ekonom JPMorgan Joseph Lupton.

“Ekuitas terus meluncur dan volatilitas telah melonjak, tetapi peringatan paling keras di pasar suku bunga, di mana kurva imbal hasil berbalik tajam sejak sebelum awal krisis keuangan.”

Kamis pagi, pasar saham Asia goyah, karena investor mencoba menemukan pijakan mereka setelah mengalami serangkaian kerugian besar. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,03%, setelah merosot 8% dalam waktu kurang dari dua minggu.

Indeks Nikkei Jepang naik tipis 0,1%, dan jauh dari posisi terendah tujuh bulan. Sedangkan kontrak E-Mini futures untuk S&P 500 kehilangan 0,13%.

Wall Street berhasil rebound semalam, sehingga Dow berakhir dengan kerugian hanya 0,09% setelah sempat turun 500 poin. Indeks S&P 500 stabil di penurunan 0,08% dan indeks komposit Nasdaq 0,38%.

Related posts