Pasar Saham Dalam Tekanan, Trump Berangkatkan Pasukan Garda Nasional

Saham Asia terus berada di bawah tekanan pada hari Selasa menyusul penurunan di kontrak futures Wall Street karena Presiden AS Donald Trump berjanji akan menggunakan kekuatan militer untuk mengakhiri aksi protes dengan kekerasan di kota-kota Amerika. Langkah ini memperburuk sentimen pasar yang sebelumnya optimis.

Kontrak E-mini futures untuk S&P 500 turun 0,38% dan indeks berjangka Nikkei 225 kehilangan 0,34%. Indeks S & P / ASX 200 berjangka Australia naik 0,15% di awal perdagangan.

Indikasi ini terlihat setelah indeks saham utama AS ditutup dengan kenaikan sekitar 0,5% dan terus bergerak di dekat level tertinggi tiga bulan.

“Jika konsumen Amerika enggan untuk keluar dari rumah akibat COVID-19, tidak mungkin mereka akan merasa lebih aman dengan Humvee militer bergulir di Pennsylvania Avenue,” Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Global di AxiCorp, menulis dalam sebuah catatan untuk klien.

Pagi tadi, puluhan kota di seluruh Amerika Serikat berada di bawah jam malam dengan pengawasan ketat dari pasukan Garda Nasional yang dikerahkan di 23 negara bagian dan termasuk Washington, D.C.

Jam malam menyusul protes atas kematian George Floyd, seorang warga Amerika keturunan Afrika berusia 46 tahun yang meninggal di Minneapolis setelah dijepit di bawah lutut petugas polisi kulit putih selama hampir sembilan menit.

Related posts