Pemerintah Korea Selatan Menurunkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi 2019

Pemerintah Korea Selatan telah menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi mereka di tahun depan menjadi 2.6-2.7% dari sebelumnya di kisaran 2.8-3.0%, sembari mengutarakan janji untuk memompa sekitar 61% dari anggaran mereka di tahun 2019 dengan harapan hasilnya akan lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Anggota Kabinet Korea Selatan melaporkan arah kebijakan ekonomi mereka untuk tahun depan kepada Presiden Moon Jae-in, dengan mengurangi estimasi ekonomi di 2019 serta memprediksi laju ekonomi yang diharapkan mampu melakukan lebih banyak lagi di sisa tahun ini. Sebagai upaya untuk mencegah perlambatan ekonomi lebih lanjut, pemerintah akan menyuntikkan hingga sebesar 61% dari anggaran di tahun depan yang tercatat sebesar 469.6 triliun Won ($417.6 milliar) pada periode enam bulan pertama.

Pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan selama lima tahun terakhir dilaporkan tumbuh secara rata-rata di abawah 3.0%, yang mana selama kurun waktu tersebut pemerintah telah menghabiskan hingga 58.2% dari anggaran mereka di paruh pertama setiap tahunnya. Pada kesempatan yang sama pemerintah Korea Selatan juga menyatakan bahwa pihaknya akan mempercepat deregulasi untuk meningkatkan sentimen investasi sekaligus merevisi sistem pengaturan upah minimum guna mengurang beban para pengusaha.

Untuk itu pemerintah memutuskan untuk mempercepat prosedur persetujuan untuk rencana dari produsen otomotif, Hyundai Motor Group untuk mendirikan gedung kantor pusat baru di Global Business Center di wilayah Seoul Selatan.

Sementara itu untuk meningkatkan konsumsi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang periode untuk pengurangan pajak penjualan dari 5% menjadi 3.5% pada setiap pembelian produk mobil penumpang hingga akhir Juni tahun depan, yang mana hal ini menandai lebih banyak kemungkinan bagi sektor ritel bebas bea di daerah pusat kota.

Mereka juga menyampaikan bahwa akan lebih terfokus kepada upaya mempromosikan industri jasa dengan meningkatkan dukungan untuk sektor pariwisata, kesehatan, konten dan logistik di tahun depan.(WD)

Related posts