Flying Ads
Flying Ads

Pendapatan Bersih Disney Naik, Masih Di Bawah Perkiraan Analis

Melansir berita Wall Street Jurnal bahwa pertumbuhan laba bersih Walt Disney Co tidak berhasil melampai ekspektasi analis dan pelaku pasar di kuartal yang berakhir di bulan Juni untuk tahun fiskal 2018. Laba bersih Disney meleset dari proyeksi lantaran adanya biaya teknologi yang tinggi dalam rangka pembuatan kanal layanan streaming yang akan diluncurkan akhir 2019.

Disney diberitakan tengah berupaya mengubah perusahaannya menjadi penyedia hiburan luas berbasis digital (broad-based digital entertainment) di tengah menurunnya penonton maupun jaringan milik Disney lainnya yang berpindah ke layanan streaming seperti Netflix maupun layanan streaming lainnya. Tak hanya itu, saat ini Disney juga berada dalam proses pembelian film, serial televisi maupun aset properti internasional lainnya senilai US$ 71 miliar dari Twenty-First Century Fox Inc.

CEO Walt Disney Co., Bob Iger menyatakan bahwa dirinya telah merasakan langsung bagaimana tingkat kehilangan pelanggan terus meningkat dalam kurun empat kuartal terakhir. Untuk itu, perusahaan mantap meluncurkan layanan streaming sendiri untuk hiburan keluarga pada akhir 2019.

Namun biaya pembangunan layanan streaming ini rupanya menggerus pendapatan jaringan media Disney, unit terbesar perusahaan yang terdiri dari ABC, ESPN, dan Disney Channel sepanjang kuartal ini. Pendapatan operasional jaringan media Disney tercatat turun 1% year-on-year (yoy) menjadi US$ 1.8 miliar.

Sisi lain, Disney masih dapat meraup kesuksesan besar melalui dua filmnya “Avengers: Infinity War” dan “The Incredibles 2”. Penghasilan operasional di studio naik 11% yoy menjadi US$ 708 juta. Namun, di saat yang sama ada juga biaya perbaikan kerusakan film senilai US$ 100 juta, terkait dengan pengerjaan dua film animasi Disney yang batal dirilis.

Divisi taman hiburan melaporkan kenaikan laba sebesar 15% yoy menjadi US$ 1.3 miliar seiring dengan terus bertambahnya resor domestik maun internasional dan harga tiket yang semakin tinggi. Sementara, pendapatan operasional dari segmen produk konsumer seperti penjualan Disney merchandise tercatat turun hingga 10% menjadi US$ 324 juta karena rendahnya tingkat penjualan lisensi maupun barang di toko.

Hingga akhir Juni lalu, Walt Disney meraih total pendapatan sebesar US$ 15.23 miliar atau naik 7% yoy. Namun, pendapatan ini meleset dari perkiraan rata-rata analis sebesar US$ 15.4 miliar.

Secara keseluruhan, laba bersih yang diatribusikan kepada Disney tetap tercatat naik menjadi US$ 2.92 miliar atau US$ 1.87 per saham pada kuartal tersebut. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan leba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 2.37 miliar atau US$ 1.51 per saham.

Namun capaian laba bersih tersebut masih berada di bawah perkiraan analis Wall Street sebesar US$ 1.95 per saham.

On Articles

Related posts