Peringkat Cina Sebagai Pasar Saham Terbesar Kedua Digeser Oleh Jepang

Financial Times melaporkan bahwa peringkat bursa saham Cina sebagai pasar saham terbesar kedua dunia telah digeser oleh bursa saham Jepang di sesi perdagangan penutupan pekan kemarin. Pada penutupan perdagangan hari Kamis lalu yang mengacu kepada angka dari Bloomberg, total perdagangan saham di bursa Cina bernilai $6.09 triliun sementara bursa saham Jepang mencatat total transaksi saham senilai $6.16 triliun pada akhir sesi perdagangan yang sama.

Sebelumnya tercatat pasar saham Cina berhasil melampaui nilai transaksi pasar Jepang sejak November 2014 silam, sedangkan hingga saat ini pasar saham AS masih menjadi pasar saham terbesar dunia, dengan total nilai transaksi mencapai $31 triliun di penutupan Kamis kemarin. Penurunan jumlah transaksi di pasar Cina, disebabkan oleh peningkatan ketegangan perdagangan antara AS dan Cina yang memukul eksportir Cina, menyusul pertimbangan pemerintahan Trump untuk menaikkan tarif bagi produk Cina menjadi 25% dari sebelumnya 10% pada pekan sebelumnya.

Bursa saham Cina terus mengalami tekanan seiring belum jelasnya hubungan perdagangan antara Washington dan Beijing dalam hal kesepakatan mengenai tarif bea masuk. Sejak awal tahun hingga saat ini, Shanghai Composite telah jatuh sekitar 17% secara keseluruhan. Pada perdagangan Jumat akhir pekan kemarin, indeks Shanghai Composite memperpanjang penurunan di sesi terakhir perdagangannya dan ditutup di 2,741.08. Sementara indeks CSI 300 blue chip mencatat penurunan hingga 1.65% di sesi terakhir perdagangan bursa Shanghai dan Shenzen pada pekan lalu. Sedangkan indeks Nikkei Jepang justru kebalikannya dengan mencatat kenaikan lebih tinggi 0.06% di sesi terakhir perdagangan bursa Tokyo.(WD)

Related posts