Header Ads

Permintaan Produk Memory Chip Mendukung Laju Ekspor Korsel

Peningkatan permintaan terhadap produk memory chip dari Korea Selatan, berhasil membantu tumbuhnya laju ekspor selama bulan Juli. Pemerintah melaporkan peningkatan ekspor sebesar 6.2% menjadi $51.9 milliar, meskipun masih lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 7% dari para analis, namun data tersebut mencatat rebound setelah sebelumnya mengalami penurunan 0.2% di bulan Juni. Sementara itu laju impor juga mengalami lonjakan 16.2% dibanding tahun lalu menjadi $44.9 milliar, dan tercatat sedikit dibawah perkiraan 16.6% dari para analis yang disurvey oleh Reuters.

Nampaknya ketegangan perdagangan antara AS dan Cina belum memberikan tekanan yang berarti bagi industri di Korea Selatan, hal ini bisa terlihat dari lonjakan penjualan barang-barang produknya ke pasar luar negerinya. Akan tetapi sejumlah kalangan menilai bahwa kemungkinan dampak tersebut akan telihat dalam jangka yang lebih panjang, dan kemungkinan dapat menghambat ekspor Korea Selatan ke Cina sebagai mitra dagang terbesarnya sekaligus juga pasar yang potensial bagi produk-produk negeri Ginseng tersebut. Selama bulan Juli dilaporkan pengiriman ke Cina mengalami lonjakan 27.3%, yang mana ini menandai kenaikan berturut-turut selama 21 bulan terakhir, sedangkan ekspor ke AS dan Jepang masing-masing mencatat kenaikan 8.8% dan 17.6%.

Selain itu beberapa analis menilai bahwa booming yang terjadi di pasar memory chip, kemungkinan akan berakhir dan ini berarti laju pertumbuhan ekspor dan pendapatan dari sektor tersebut akan mengalami penurunan dalam dua tahun kedepan. Penilaian ini berdasarkan turunnya investasi di sektor tersebut selama kuartal kedua, hingga sebesar 6.6% dari Bank of Korea. Sebanyak enam dari 13 produk yang menduduki peringkat teratas dalam hal ekspor, mencatat pertumbuhan dua digit di bulan Juli, termasuk barang-barang minyak yang naik 45.2%, baja yang naik 34% serta produk semikonduktor yang melonjak 31.6% di tahun ini.(WD)

Related posts