Pertumbuhan Laba Sektor Industri Cina Di Bulan Juni Mengalami Penurunan

Melambatnya laju produksi sektor pabrikan akibat meningkatnya friksi perdagangan dengan AS, telah menyebabkan terjadinya penurunan pertumbuhan laba bagi perusahaan industri di Cina selama bulan Juni lalu. Selain itu penurunan ini juga akibat dampak dari adanya kebijakan pemerintah Beijing untuk mengurangi tingkat polusi serta meminimalisir tingkat hutang. Laporan ini memicu para analis untuk memperkirakan semakin merosotnya laju keuntungan di periode semester kedua tahun ini, seiring tekanan yang semakin besar di sektor perdagangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan laju pertumbuhan laba sektor industri hanya tumbuh 20% menjadi 658.29 milliar Yuan atau setara dengan $96.7 milliar selama bulan Juni, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 21.1% pada bulan Mei sebelumnya. Dalam sebuah pernyataannya NBS mengatakan bahwa kenaikan harga telah memberikan dampak berkurangnya keuntungan perusahaan. Salah seorang ekonom di Nomura Hong Kong, Lisheng Wang mengatakan bahwa saat ini sulit untuk mengatakan apa dampak ketegangan yang terjadi di sektor perdagangan terhadap perusahaan industri, namun secara keseluruhan ekonomi masih berkembang. Industri baja, bahan bangunan dan ekstraksi minyak mentah, merupakan pendorong utama di balik pertumbuhan laba pada semester pertama tahun ini, akan tetapi industri tekstil, peleburan serta pengolahan logam non besi, dan manufaktur peralatan telekomunikasi dan elektronik, justru mengalami penurunan laba selama periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Selama periode April hingga Juni dilaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina mengalami perlambatan dari kuartal sebelumnya, sementara pertumbuhan output industri selama bulan Juni mengalami kemerosotan ke level terendahnya dalam empat tahun terakhir, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek sektor tersebut di tengah semakin meningkatnya hambatan yang terjadi. Selama dua tahun terakhir perusahaan industri di Cina telah berhasil mendapatkan keuntungan dari pasar konstruksi properti dan infrastruktur, seiring naiknya permintaan untuk bahan bangunan seperti batang baja dan semen. (WD)

Related posts