Header Ads

Pertumbuhan Pendapatan Alibaba Berada Dalam Laju Terlemahnya

Raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba Group melaporkan pertumbuhan pendapatan triwulanan di laju terlemahnya sejak 2016, sebagai dampak dari melambatnya ekonomi Cina serta perselisihan perdagangan antara AS dengan Cina yang menyebabkan penurunan jumlah konsumennya.

Sebagai perusahaan publik paling berharga kedua di Asia setelah Tencent, Alibaba mencatat pendapatan sebesar 117.28 milliar Yuan ($17.47 milliar) selama kuartal ketiga lalu, dari 83 milliar Yuan pada periode yang sama setahun sebelumnya. Namun hasil tersebut masih dibawah perkiraan pendapatan sebesar 118.9 milliar Yuan dari 31 analis yang disurvei oleh Refinitiv.

Akan tetapi laju pendapatan bersih mencatat kenaikan 33% menjadi 30.96 milliar Yuan, mematahkan perkiraan sekaligus memberikan dukungan kenaikan bagi nilai saham Alibaba hingga 1.6% di sesi perdagangan pre-market. Sepanjang tahun 2018 lalu, meskipun Alibaba mencetak rekor pendapatan sebesar $30 milliar pada perhelatan Singles Day, acara penjualan online terbesar di dunia yang mampu melampaui gabungan penjualan di event Black Friday dan Cyber Day di AS, laju pertumbuhan di tingkat tahunan justru mencatat penurunan ke tingkat terlemahnya dalam 10 tahun sejarah event tersebut, akibat dari melambatnya ekonomi Cina serta ketegangan perdagangan yang menekan sentimen pasar.

Untuk itu pihak Alibaba telah menurunkan prospek pendapatannya untuk tahun fiskal yang akan berakhir di bulan Maret mendatang, sebagai uoaya antisipasi terhadap hambatan yang datang dari ketidakpastian ekonomi. Executive Vice Chairman Alibaba, Joe Tsai mencatat bahwa laju penjualan telah mengalami kenaikan sepanjang bulan Desember, meskipun laju permintaan terhadap barang-barang besar terus mengalami tekanan. Lebih lanjut Tsai mengatakan bahwa pada dasarnya konsumen Cina masih cukup kuat dan tingkat konsumsi akan tumbuh selama 5 hingga 10 tahun kedepan, seiring sejumlah faktor eksternal nampaknya akan memberikan dorongan bagi sentimen investor terhadap bisnis Alibaba.

Saat ini Alibaba terus melakukan investasi dalam bisnis cloud computing, artificial inteligence serta online entertainment selama kuartal Desember. Unit bisnis cloud Alibaba mencatat kenaikan 84% menjadi 6.6 milliar Yuan, sementara penjualan dari unit digital entertainment dan bisnis media naik sebesar 20% menjadi 6.5 milliar Yuan pada periode yang sama.(WD)

Related posts