Perusahaan P2P Lending Terbesar Cina, Mengalami Penyusutan Bisnis

Salah satu perusahaan pemberi pinjaman peer-to-peer(P2P) terbesar di Cina, dilaporkan menutup 60 dari 90 online shop, sekaligus juga memberhentikan sekitar dua ribu karyawannya. Penyusutan bisnis yang dialami oleh Dianrong terjadi akibat penumpasan multi tahunan pemerintah Cina terhadap praktik berisiko, dan dengan tingkatan leverage yang berlebihan dalam sistem keuangannya.

Ini membawa dampak kepada gelombang keruntuhan perusahaan P2P, sehingga memicu protes dari para investor yang marah karena kehilangan simpanan mereka. Pada awalnya perusahaan ini didirikan di Soul Htite, yang berada di belakang perusahaan pemberi pinjaman AS, LendingClub Corp. yang didukung oleh institusi dana pemerintah Singapura, GIC Pte Ltd bersama dengan Standard Chartered Private Equity.

Peer-to-peer lending mengacu kepada pengumpulan dana dari investor ritel, yang diberikan dalam bentuk pinjaman kepada perusahaan kecil serta peminjam perorangan, dengan tingkat pengembalian tinggi. Sektor ini mencapai puncaknya di 2015, saat sektor ini memiliki sekitar 3500 unit bisnis di Cina dan hingga saat ini tercatat masih memiliki pinjaman senilai 1.49 triliun Yuan ($217.96 milliar), angka yang jauh lebih besar dari gabungan sektor tersebut di luar Cina.

Para investor Dianrong besar termasuk Leasing CMIG, milik konglomerat investasi swasta terbesar di Cina, China Minsheng Investment Group (CMIG), Tiger Global Management, Japan’s Orix Corp and CLSA, part of China’s CITIC Securities.

Pengetatan yang dijalankan oleh pemerintah dalam beberapa waktu ini, memang dimaksudkan untuk meminimalisir adanya praktek shadow banking, yang pada akhirnya justru memberikan beban bagi perekonomian Tiongkok. Sementara sejak tahun lalu ekonomi Cina, yang ditopang oleh eksportir, menderita akibat tekanan kebijakan tarif yang meningkatkan sentimen mengenai perlambatan negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.(WD)

Related posts