Pinjaman Rumah Tangga Di Korea Selatan Naik Ditengah Ketatnya Aturan Hipotek

Tingkat pinjaman bagi sektor rumah tangga di Korea Selatan menunjukkan tanda-tanda kenaikan seiring permintaan rumah di kawasan Seoul terus berlanjut, yang mana hal ini sedikit menentang aturan hipotek yang ketat dari pemerintah dalam upaya mendinginkan pasar properti yang dinilai sudah dalam kondisi “overheat”.

Pinjaman sektor rumah tangga dari lima institusi pemberi pinjaman negara, KB Kookmin Bank, Shinhan Bank, Woori Bank, KEB Hana Bank dan Nonghyup Bank, dilaporkan mengalami lonjakan menjadi 547.7 triliun won ($485.5 milliar) hingga akhir Juli lalu, atau mencatat kenaikan 3.15 triliun won dari bulan sebelumnya dan naik sebesar 37.9 triliun won dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pinjaman hipotek mulai mengalami peningkatan di bulan Maret dan mencapai 389.4 triliun won di bulan Juli, naik sebesar 2.04 triliun won dari bulan sebelumnya dan mencatat kenaikan bulanan tertajam dalam empat bulan terakhir. Selain itu dilaporkan juga untuk tingkat pinjaman perorangan naik 1.2 triliun won menjadi 102.6 triliun won di bulan Juli, yang mana ini merupakan kenaikan tertinggi sejak tercatat sebesar 1.78 triliun won pada bulan November tahun lalu.

Kenaikan pinjaman sektor rumah tangga ini tampaknya mendapatkan dukungan dari tingginya permintaan terhadap rumah di kota Seoul, yang harganya mengalami penurunan dari batas pinjaman yang diperketat oleh pajak yang lebih besar terhadap pemilik rumah, yang kemudian akan mengalami lonjakan dalam beberapa pekan mendatang. Data terakhir dari KB Real Estate menunjukkan bahwa harga apartemen di kawasan Seoul naik 0.24% di minggu terakhir bulan Juli, yang mencatat kenaikan tertingginya dalam lima bulan. (WD)

Related posts