PNC Financial Akan Membeli Uni Bisnis BBVA

Perusahaan jasa keuangan yang sekaligus juga perusahaan induk di sektor perbankan asal AS, PNC Financial Services Group Inc, mengatakan bahwa pihaknya akan membeli unit bisnis AS dari perusahaan pemberi pinjaman asal Spanyol, BBVA senila $11.6 milliar dalam bentuk tunai, dengan tujuan mengkonsolidasikan sektor perbankan AS.

Jika terwujud maka ini akan menjadi kesepakatan di sektor perbankan AS yang terbesar kedua sejak krisis keuangan tahun 2008 silam, sekaligus akan menciptakan bank AS dengan aset hampir $560 milliar dan memiliki kantor cabang di 24 negara bagian di AS.

Langkah tersebut menggarisbawahi bagaimana pelonggaran peraturan keuangan dan penurunan pajak perusahaan di bawah Presiden Donald Trump telah mendorong pemberi pinjaman regional untuk mengejar skala melalui pembuatan kesepakatan, karena mereka bersaing dengan pemain yang lebih besar seperti JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co.

Pihak PNC dan BBVA diketahui telah melakukan pembicaraan mengenai kesepakatan ini dalam beberapa pekan terakhir dan keduanya memutuskan untuk melanjutkan mengikuti hasil pemilihan presiden AS pada awal bulan ini, karena mereka percaya bahwa lingkungan peraturan perbankan tidak akan berubah meskipun Joe Biden dari Partai Demokrat menjadi presiden dan Partai Republik kemungkinan akan mengendalikan Senat AS.

PNC mengatakan pihaknya mengharapkan kesepakatan, yang telah disetujui oleh dewan kedua perusahaan, untuk menambah pendapatannya sekitar 21% pada tahun 2022 mendatang.

Adapun kesepakatan ini terjadi sekitar enam bulan setelah pihak PNC menjual sahamnya hingga 22.4% kepada perusahaan reksadana raksasa, BlackRock Inc dengan nilai mencapai $14.2 milliar dan PNC berhasil membukukan keuntungan setelah dikenakan pajak sampai dengan sebesar $4.3 milliar terkait penjualan tersebut, yang dananya dipergunakan untuk mendanai kesepakatan dengan BBVA, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas bisnisnya di bagian Barat Daya AS.

BBVA mengatakan akan mempertahankan beberapa bisnisnya di Amerika Serikat seperti pialang dan sahamnya di Propel Venture Partners dan akan terus menangani beberapa operasi perbankan grosir dari kantornya di New York.

Disebutkan bahwa transaksi tersebut diperkirakan akan ditutup pada pertengahan 2021 mendatang, yang mana berarti mencatat 300 basis poin dari rasio ekuitas tingkat pertama dan mendatangkan sekitar 580 juta Euro ($687.18 juta) dalam laba bersih mereka.

Pasca terjadinya krisis keuangan, aktifitas transaksi di sektor perbankan AS mendapatkan imbas negatifnya, seiring aturan yang lebih ketat telah diberlakukan pada pemberi pinjaman dengan aset lebih dari $50 milliar dan pihak regulator melarang bank yang memiliki masalah kepatuhan yang berkembang.

Perubahan dalam undang-undang perpajakan AS di bawah Trump, bagaimanapun, menurunkan pajak perusahaan, membebaskan modal yang dapat digunakan bank untuk mendanai kesepakatan, dan pihak regulator mulai menyetujui lebih banyak merger bank regional, seperti kombinasi Cadence Bancorp dengan State Bank Financial Corporation dan akuisisi FCB Financial Holdings dari Synovus Financial Corp.

PNC Financial Services Group Inc yang memiliki nilai pasar hingga $52 milliar, secara tradisional difokuskan beroperasi di wilayah Atlantik Tengah, Barat Tengah dan Tenggara AS, dan dengan kesepakatan tersebut maka akan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk beroperasi di Texas serta memungkinkan untuk masuk di negara bagian lainnya seperti Arizona dan New Mexico.

Untuk memuluskan kesepakatan tersebut, PNC menggandeng Bank of America, Citi, Evercore dan PNC Financial Institutions Advisory sebagai penasihat keuangannya dan Wachtell, Lipton, Rosen & Katz sebagai penasihat hukum mereka.

Sedangkan pihak BBVA bekerja sama dengan J.P Morgan Securities Plc sebagai penasihat keuangan mereka serta firma hukum Sullivan & Cromwell LLP bertindak sebagai penasihat hukumnya.(WD)

Related posts