Powell Memuji Perekonomian Seiring Fed Menaikan Suku Bunga

jerome-powellFederal Reserve (Fed) memutuskan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini dan meningkatkan perkiraan mereka menjadi total empat kali kenaikan pada 2018, ketika tingkat pengangguran menurun dan inflasi melampaui target Fed lebih cepat dari yang diproyeksikan sebelumnya.

Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada bulan Mei menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid. Kenaikan di pasar kerja cukup kuat, di atas rata-rata, dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran telah menurun. Data terbaru juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran rumah tangga telah meningkat, sementara investasi tetap terus tumbuh dengan kuat. Pada basis tahunan, baik inflasi keseluruhan maupun inflasi barang-barang selain makanan dan energi, telah bergerak mendekati 2%. Indikator ekspektasi inflasi jangka panjang sedikit berubah cenderung seimbang.

Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk tingkat dana federal menjadi 1.75% hingga 2%. Sikap kebijakan moneter tetap akomodatif, dengan demikian mendukung kondisi pasar kerja yang kuat dan menghasilkan secara berkelanjutan hingga inflasi 2%.

Keputusan hari Rabu untuk menaikkan suku bunga mendapat 8:0 dengan suara bulat.

Voting untuk memutuskan kebijakan moneter FOMC adalah Jerome H. Powell (Ketua), William C. Dudley, Thomas I. Barkin; Raphael W. Bostic; Lael Brainard; Loretta J. Mester; Randal K. Quarles; dan John C. Williams.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada wartawan setelah keputusan tersebut, yang mengangkat suku bunga acuan Fed sebesar seperempat persen poin ke kisaran 1.75 persen hingga 2 persen adalah perekonomian berjalan dengan sangat baik. Powell juga mengumumkan bahwa dia berencana untuk mulai mengadakan konferensi pers setiap pertemuan di bulan Januari tahun depan. Dia juga memperingatkan bahwa mengadakan konferensi pers dua kali lebih banyak “tidak selalu menandakan apa-apa”.

Related posts