Qantas Group Mencapai Laba Tertinggi Yang Pernah Dicapainya

Qantas Group melaporkan laba dasar sebelum pajak sebesar A$ 1.6 miliar untuk tahun fiskal 2018 yang jatuh pada 30 Juni tahun ini. Pencapaian tersebut merupakan laba tertinggi yang pernah dicapai oleh maskapai nasional Australia ini.

Seluruh lini bisnis Qantas Group berkontribusi pada pencapaian tersebut, demikian pernyataan dari manajemen Qantas dalam suatu wawancara yang dilansir oleh Bloomberg. Bukan hanya didukung oleh permintaan yang tinggi tetapi kinerja unggul dari Qantas dan Jetstar pada ranah domestik juga menyumbang kinerja yang solid.

Chief Executive Officer Qantas, Alan Joyce mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan pasar yang kuat dan hasil dari kerja keras perusahaan.

“Qantas Group berhasil mencetak rekor laba di tengah harga minyak terus meningkat. Kami melampaui tantangan ini dengan baik lewat berbagai langkah terkait kapasitas dan efisiensi biaya. Kami juga memiliki program hedging (lindung nilai) dalam menghadapi tantangan ini,” urai Joyce kembali.

Segmen bisnis penerbangan domestik milik Qantas Group berhasil mencatatkan laba dasar operasi senilai A$ 1.1 miliar. Angka ini naik 25% dari tahun keuangan 2017, yang merupakan rekor tersendiri bagi lini bisnis ini.

Adapun di segmen penerbangan luar negeri, Qantas International berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 7% menjadi A$ 399 juta.

Upaya Qantas grup melakukan efisiensi dengan salah satunya adalah program penyempurnaan kabin A320 Jetstar dan investasi pada layanan premium seperti: lounge dan Wi-Fi di atas pesawat Qantas, berbuah pada pertumbuhan margin perusahaan.

Sementara itu, permintaan atas layanan premium tetap tinggi dan Jetstar berhasil menerbangkan 24 juta penumpang pada rute domestik dan internasional dengan harga tiket di bawah A$ 100.

Pada tahun 2018, Qantas International membuat perubahan penting pada struktur bisnisnya. Lini usaha ini memperkenalkan armada Boeing 787 yang baru, rute penerbangan Perth-London dan menambah rute dari Australia ke New Zealand bersama Emirates.

Perubahan ini menghasilkan penghasilan tambahan yang tercatat pada laporan keuangan 2018 dan diharapkan dapat terus meningkat hingga laporan keuangan 2019. (hdr)

Related posts