Flying Ads
Flying Ads

Qualcomm Berencana Menyelesaikan Kasus Antitrust Dan Mengembangkan 5G

Produsen mobile chip asal Taiwan, Qualcomm Inc menyatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan kasus anti-trust dengan pihak regulator Taiwan dengan nilai $93 juta. Selain itu mereka juga berjanji untuk menginvestasikan $700 juta dalam waktu lima tahun kedepan. Dalam hal ini pihak Qualcomm akan membayar denda sekitar $778 juta yang telah ditetapkan oleh Taiwan’s Fair Trade Commission pada tahun 2017 lalu, ketika pihak Qualcomm menuduh perusahaan AS telah menolak untuk menjual chip kepada para produsen handset seluler yang tidak akan menyetujui ketentuan lisensi hak paten mereka.

Dalam proses penyelesaiannya pihak Qualcomm diharuskan untuk memberikan laporan setiap enam bulan selama lima tahun untuk menunjukkan itikad baik dengan menjalin negosiasi dengan para produsen handset dalam perjanjian lisensi hak paten. Dalam hal ini Qualcomm diminta untuk menawarkan lisensi paten mereka guna menyaingi para produsen chip lainnya seperti Intel Corp dan MediaTek Inc dengan persyaratan yang wajar. Selain itu Qualcomm juga diharuskan membayar denda sebesar $927 juta kepada Korea Fair Trade Commission dan denda $ 1,2 milyar dari Komisi Eropa. Mereka juga tengah menghadapi gugatan dari Komisi Perdagangan Federal AS dan tengah dalam sengketa hukum dengan produsen smartphone AS, Apple Inc.

Sebagai bagian dari kesepakatan pihak Qualcomm juga telah menyetujui untuk membangun fasilitas manufaktur dan operasi baru di wilayah Taiwan dan akan bekerja sama dengan University of Taiwan untuk memulai inisiatif teknologi jaringan nirkabel yang disebut teknologi 5G. Alex Rogers selaku kepala lisensi paten dari Qualcomm mengatakan bahwa seiring memudarnya ketidakpastian yang melingkupi bisnis mereka, maka saat ini fokus akan tertuju kepada perluasan untuk mendukung industri nirkabel Taiwan sekaligus mengadopsi teknologi 5G.(WD)

On Articles

Related posts