Header Ads

RBS Akan Meningkatkan Modal Inti Sebagai Bagian Penyelesaian Merger

Institusi perbankan ritel asal Inggris, Royal Bank of Scotland mengatakan bahwa penyelesaian merger antara Alawwal Bank dengan Saudi British Bank, akan menyebabkan pihak RBS menggugurkan aset tertimbang menurut risiko sebesar 4.7 milliar Poundsterling atau sekitar $5.9 milliar serta sekaligus meningkatkan modal inti mereka.

RBS yang memiliki 40% kepemilikan saham agregat di bank Alawwal, melalui anak perusahaan mereka di Belanda yaitu NatWest Markets NV yang menjadi bagian dari suatu konsorsium termasuk NLFI dan Banco Santander SA. Selain itu RBS juga dilaporkan memiliki bunga yang setara dengan 15.3% saham di bank Alawwal.

Pihak RBS juga mengatakan bahwa sebagai hasil penyelesaian merger, maka pihaknya akan mengakui keuntungan pendapatan dari pelepasan saham dari bank Alawwal untuk saham yang diterima di Saudi British Bank sebesar 400 juta Poundsterling serta upaya untuk pengurangan aset tertimbang menurut risiko sebesa 4.7 milliar Poundsterling. 

Selain itu bank yang merupakan anak perusahaan dari Royal Bank of Scotland Group plc, juga mengatakan bahwa kesepakatan itu akan memadamkan kewajban legacy senilai 300 juta Poundsterling. Perubahan ini berpotensi akan meningkatkan rasio modal inti CET1 bank hingga sebesar 60 basis poin.

Kepala Eksekutif dari RBS, Ross McEwan dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa merger tersebut juga ajab membantu pihak RBS untuk fokus pada target pasar mereka.

Bank RBS yang pada tahun 2008 silam saat terjadinya krisis moneter, diselamatkan oleh pemerintah Inggris dengan menyuntikkan modal sebesar 45.5 milliar Poundsterling, telah memangkas jumlah kantor cabang operasional mereka di luar negeri sejak krisis keuangan, untuk lebih terfokus pada operasi sektor pinjaman di Inggris.(WD)

Related posts