Repsol SA Berencana Mengakuisisi Sejumlah Aset Milik Exxon Mobil Corp

Perusahaan minyak raksasa asal Spanyol, Repsol SA tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi sejumlah aset milik dari Exxon Mobil Corp senilai sekitar $1 milliar yang berlokasi di perairan laut dalam di Teluk Meksiko AS.

Jika kesepakatan tersebut terjadi maka hal ini akan menjadi keuntungan bagi rencana Exxon untuk mempercepat penjualan aset, karena berusaha untuk mengumpulkan uang tunai untuk kembali ke pemegang sahamnya dan mendanai proyek-proyek besar. dengan tertekannya harga minyak akhir-akhir ini, maka hal ini akan membebani selera utama perusahaan minyak untuk membeli aset tersebut.

Namun menurut sebuah sumber yang mengetahui hal tersebut, hingga saat ini tidak ada kepastian mengenai kesepakatan yang akan disepakati. Transaksi tersebut membutuhkan persetujuan dari mitra oemilik aset tersebut, yang mungkin memiliki hak preferensi untuk membelinya. Exxon memulai proses untuk membuang aset Teluk Meksiko tahun lalu atas saran yang datang dari JPMorgan Chase & Co.

Menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters, disebutkan bahwa Exxon memasarkan sembilan aset miliknya, termasuk 50% saham mereka di ladang minyak Julia yang berkapasitas besar, serta 9.4% ladang minyak Heidelberg serta 23% ladang minyak dan gas Lucius, yang keduanya hingga saat ini dioperasionalkan oleh Occidental Petroleum Corp.

Perusahaan yang berbasis di Irving, Texas ini telah memangkas portofolio mereka untuk lebih fokus di areal yang lebih menjanjikan di wilayah lepas pantai seperti Guyana dan Brasil sertadaratan di Permian Basin of Texas dan New Mexico. Termasuk di Teluk Mexico yang pernah dianggap sebagai wilayah potensial untuk eksplorasi dan produksi minyak.

Pada awal tahun ini Chief Executive Exxon Mobil, Darren Woods mengatakan bahwa perusahaan menargetkan $15 milliar hingga 2021 mendatang dari penjualan aset, meskipun mengamankan divestasi dirasakan lebih sulit di saat banyak pengembang minyak, terutama di AS, yang menghindari pembelian aset untuk tetap fokus pada portofolio yang ada saat ini.

Namun demikian perusahaan energi terbesar di dunia dalam hal diperdagangkan ke publik, pada pekan lalu mengatakan bahwa mereka tengah berada dalam pembicaraan ekslusif dengan Var Energy, sehubungan dengan aset bisnis hulu mereka di Norwegia, sekaligus membenarkan apa yang disampaikan oleh Reuters bahwa keduanya semakin mendekati kesepakatan senilai $4 milliar.(WD)

Related posts