Saham Asia Dibuka Lebih Rendah Seiring S&P500 Berjangka Tergelincir

Pasar saham di Asia jatuh mengikuti saham berjangka AS, sementara yen dan Treasury naik, setelah pembicaraan perdagangan berakhir tanpa resolusi. China mengatakan AS harus menghapus semua tarif tambahan. Yuan terkoreksi.

Ketegangan yang meningkat selama akhir pekan menghapuskan keuntungan aset berisiko sejak Jumat malam karena optimisme atas kemajuan antara kedua pihak memudar. Pasar Saham di Jepang dan Korea Selatan dibuka lebih rendah dan indeks berjangka S&P 500 turun 1,1%. Pergerakan dalam mata uang menguat pada Senin pagi dan yields Treasury turun di awal perdagangan. Sedangkan pasar saham Hong Kong tutup pada hari Senin karena libur.

Menurut beberapa analis, pasar masih relatif positif terhadap kegagalan dalam pembicaraan dagang ini. Sepertinya pasar sudah mulai ‘kebal’ terhadap berita negatif dari pembicaraan dagang dan mungkin terindikasi dari fakta bahwa bank sentral tahun ini telah beralih menuju dovish.

Pasar masih mencerna rincian peristiwa dari akhir pekan dan investor terus beralih ke aset yang lebih aman dan bisa berarti lebih banyak volatilitas untuk seminggu ke depan. Saham-saham di China terpukul keras pekan lalu karena AS meningkatkan tarif terhadap barang-barang China senilai $ 200 miliar, meskipun dana milik pemerintah membeli saham untuk mengurangi gejolak dan membantu mendorong saham di Shanghai naik lebih dari 3%.

Related posts