Header Ads

Samsung Display Akan Mendirikan Pabrik Di India Senilai $500 Juta

Produsen layar datar asal Korea Selatan, Samsung Display berencana untuk mendirikan fasilitas pabrik di India dengan nilai investasi mencapai $500 juta, seiring rencana dari perusahaan induk mereka Samsung Electronics Co Ltd yang berusaha untuk memperluas jaringan produksi smartphone di negara tersebut.

Langkah ini dinilai akan membawa keuntungan bagi India yang tengah bersaing dengan negara rival terdekat mereka, Vietnam untuk menarik perusahaan-perusahaan smartphone global, dibawah kebijakan dari pemerintahnya yaitu “Make In India”.

Terkait rencana tersebut maka Samsung India Electronics Private Ltd mengatakan dalam pengajuan tertanggal 3 Januari, mengatakan bahwa pihak Samsung Electronics akan memberikan pinjaman senilai 35 milliar Rupee atau sekitar $492.31 juta dan sekaligus menghibahkan sebidang tanah senilai 920 juta Rupee di wilayah Noida kepada unit produksi display mereka.

Samsung Electronics mulai membuat smartphone di Noida di pinggiran ibukota New Delhi pada 2018, setelah sebelumnya pada tahun lalu pihak Samsung telah menghentikan aktifitas produksi mereka di Cina, dimana mereka harus bersaing dengan para produsen pesaing-pesaing domestiknya dari Cina.

Rencananya parbik display baru tersebut akan membantu Samsung Electronics untuk mengamankan pasokan lokal dari salah satu komponen smartphone paling mahal tersebut, saat perusahaan negeri ginseng tersebut tengah berjuang untuk menangkal segala bentuk persaingan dari para pesaing mereka dari Cina di pasar smartphone India.

Namun demikian pihak Samsung tidak mau mengungkapkan rincian lebih lanjut saat dihubungi oleh kantor berita Reuters, demikian juga dengan pihak Samsung India yang tidak segera menaggapi permintaan untuk memberikan komentarnya terkait akan hal ini. Sebagai vendor smartphone terbesar kedua di India setelah Xiaomi Corp China,

Samsung melihat pangsa pasar mereka mengalami penurunan hingga 20% di negara tersebut selama periode kuartal ketiga lalu, dari tiga bulan sebelumnya sebesar 25%, berdasarkan dari data yang dirilis oleh peneliti Counterpoint.

Sementara pesaing mereka dari Cina yang berskala lebih kecil, Vivo dan Realme justru terlihat semakin meningkatkan pangsa pasar mereka di India, sehingga tercatat sebagai salah satu yang paling cepat mengalami perkembangan di dunia.(WD)

Related posts