Sektor Perbankan Eropa Mampu Seimbangkan Penurunan Bursa Eropa

Saham-saham di sektor perbankan telah membantu bursa saham Eropa untuk menyeimbangkan penurunan di awal sesi perdagangannya akibat dari anjloknya saham produsen peswat komersil Airbus, menyusul penyelesaian perselisihan perdagangan antara AS dengan Uni Eropa terkait subsidi pesawat.

Kenaikan saham perbankan, pasca merugi dalam dua hari perdagangan terakhirnya, telah membantu indeks STOXX600 mencatat kenaikan hingga 0.4% di sesi pertengahan perdagangan waktu Eropa. Saat ini para investor di pasar Eropa terus mencermati jalannya KTT perdagangan antara Uni Eropa dengan Cina, yang mana pihak Uni Eropa tengah membujuk pihak Beijing untuk membuka pasarnya bagi produk dari Eropa.

Terkait hal tersebut, analis pasar senior di OANDA di London, Craig Erlam mengatakan bahwa satu hal yang diambil oleh Cina dari berlangsungnya perang dagang mereka dengan pihak AS adalah bahwa tidak selamanya mereka akan bergantung kepada perdagangan dengan AS, dan perlu untuk menjalin hubungan dagang yang lebih erat dengan Eropa.

Sementara itu European Central Bank diperkirakan akan tetap menahan suku bunga di hari Rabu besok, yang bersamaan waktunya dengan permintaan dari Perdana Menteri Inggris, Theresa May untuk menunda Brexit hingga 30 Juni mendatang, yang terlebih dahulu akan melalui pembahasan resmi dari para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan khusus.

Saham produsen pesawat komersil asal Perancis, Airbus turun lebih dari 1% setelah lembaga U.S. Trade Representative mengusulkan tarif dalam daftar produk Uni Eropa, termasuk pesawat komersil besar serta suku cadangnya. Namun para produsen pesawat Eropa mengatakan bahwa mereka tidak melihat adanya dasar hukum terkait langkah tersebut. Pihak Washington sendiri menilai bahwa subsidi Uni Eropa kepada Airbus hingga senilai lebih dari $11 milliar yang dikemukakan sebelumnya oleh lembaga World Trade Organization, sebagai sebuah kebijakan yang akan memberikan dampak buruk bagi AS.

Tidak hanya Airbus yang sahamnya turun, namun saham dari perusahaan pemasok Airbus seperti Safran, Leonardo dan Rolls-Royce juga mengalami penurunan antara 0.6% hingga 0.9%. Sementara itu produsen obat asal Swiss, Novartis mencatat penurunan lebih dari 1% setelah sebelumnya menyelesaikan spin off unit perawatan mata Alcon.

Selain tiu perusahaan operator seluler asal Norwegia, Telenor juga mencatat penurunan setelah pihaknya menyetujui untuk membeli sebanyak 54% saham di perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, DNA dengan nilai pembelian mencapai 1.5 milliar Euro atau sekitar $1.69 milliar.(WD)

Related posts