Header Ads

Sektor Teknologi Menyebabkan Pelemahan Tajam di Euro STOXX

Saham-saham teknologi di bursa saham Eropa melemah tajam hingga memberikan tekanan bagi ekuitas di kawasan tersebut hingga ke level terendahnya dalam sepekan terakhir, seiring investor yang mengalihkan dananya dari aset berisiko pasca AS dan Cina yang saling menerapkan kebijakan tarif barunya di akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat membalas pada babak baru tarif Cina dengan menimbun tugas tambahan 5% untuk sekitar $ 550 miliar barang-barang Cina yang ditargetkan dan menuntut agar perusahaan-perusahaan AS memindahkan operasi mereka keluar dari Tiongkok.

Namun demikian kerugian yang terjadi di bursa Eropa, dinilai tidak sedramatis yang terjadi di pasar Asia sesaat setelah Trump mengatakan Cina telah menghubungi pejabat perdagangan AS semalam untuk mengatakan mereka ingin kembali ke meja perundingan.

Hingga sore hari ini indeks pan-European STOXX 600 jatuh hingga 0.33%. Sementara indeks DAX Jerman justru mencatat kenaikan 1.17% menjelang penutupan sesi pertama perdagangan waktu Eropa.

Kekhawatiran terhadap konflik tarif AS-Cina yang memaksa ekonomi global masuk ke dalam pusaran risiko terjadinya resesi saat ini, yang telah menimbulkan gejolak di bursa saham Eropa sepanjang bulan Agustus ini. Namun disisi lain para investor tetap berharap bank sentral utama di dunia akan mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi dampaknya.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Jumat berjanji untuk “bertindak sesuai” untuk menjaga ekonomi AS tetap sehat, meskipun ia berhenti berkomitmen untuk melakukan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Kenaikan yang berhasil ditorehkan oleh indeks DAX Jerman, sepertinya tidak terlalu mendapatkan pengaruh negatif dari laporan yang mengatakan sentimen bisnis di negara tersebut berada dalam kondisi yang lebih buruk dari yang diperkirakan di bulan Agustus dan mencapai titik terendah dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Sektor pabrikan di Jerman, yang mana ekspornya masih menjadi landasan bagi ekonomi negara tersebut, kini tengah berjuang untuk memacu lagi laju permintaan luar negeri mereka yang saat ini melemah, bertahan di tengah perang tarif AS-Cina serta dari kebijakan bisnis dari Presiden Trump untuk yang pertama kalinya menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan UE.

Sektor otomotif, pendorong penting pertumbuhan secara keseluruhan, juga mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan regulasi yang lebih ketat menyusul skandal kecurangan emisi dan mengelola perubahan yang lebih luas dari mesin pembakaran ke mobil listrik.

Thomas Gitzel sebagai analis di VP Bank, mengatakan bahwa biar bagaimanapun perusahaan-perusahaan Jerman harus bekerja lebih keras di sepanjang kuartal mendatang, seiring ketergantungan ekonomi Jerman terhadap ekspornya berpotensi menjadi bumerang bagi laju pertumbuhan di negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut.(WD)

Related posts