Sentimen Bisnis Korea Selatan Turun Dalam Laju Tercepatnya Di Tingkat Bulanan

Prospek sektor bisnis Korea Selatan untuk bulan November mengalami penurunan pada laju tercepat bulanannya untuk tahun ini, yang mana mencerminkan pesimisme di seluruh industri utama secara lebih luas di negara ekonomi keempat terbesar Asia ini.

Korea Economic Research Institute (KERI) pada hari Senin melaporkan indeks survei bisnis dari 600 perusahaan terbesar di negara tersebut, yang menunjukkan indeks 90.4 untuk bulan November, atau turun dari 97.3 sebulan yang lalu, serta tercatat sebagai angka indeks terendah kedua di tahun ini sekaligus membukukan penurunan bulanan tebesarnya. Angka indeks dibawah 100 menunjukkan pesimisme terhadap prospek bisnis secara luas.

Hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya nilai tukar mata uang Won terhadap Dollar, serta ditambah dengan berkembangnya kekhawatiran terhadap ekspor menyusul permintaan yang lambat dari Cina selaku mitra dagang utamanya. Pesimisme ini datang seiring fakta yang menggambarkan resesi di sektor manufaktur tidak meninggalkan sedikit ruang untuk investasi dan pekerjaan.

Sedangkan faktor negatif lainnya termasuk dari konflik perdagangan AS-Cina yang berlarut-larut serta gejolak di pasar modal menyusul arus keluar modal asing yang semakin besar. Selain itu dilaporkan pula hasil survei yang mengukur kinerja bisnis bulan Oktober yang justru meningkat menjadi 91.0 dari 84.2 di bulan September, namun begitu angka indeks masih tercatat berada di bawah 100 selama 42 bulan berturut-turut.

Song Won-geun selaku Wakil Presiden KERI menilai bahwa pesimisme yang berkembang saat ini, berawal daro kekhawatiran masyarakat ekonomi global terhadap laju pertumbuhan Cina yang hanya 6.5% di kuartal ketiga, yang merupakan level pertumbuhan terendah sejak krisis keuangan global. Lebih lanjut Song mengatakan bahwa sangat penting artinya untuk segera mempersiapkan langkah-langkah guna mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi di negeri ginseng tersebut.(WD)

Related posts