Sentimen Konsumen Korsel Naik Namun Masih Menunjukkan Pesimisme

Sentimen konsumen di Korea Selatan tetap negatif terhadap prospek ekonomi mereka, meskipun naik sedikit dari level terendahnya dalam 21 bulan yang suram di November lalu. Composite Consumer Sentiment Index (CCSI) yang dirilis oleh Bank of Korea untuk bulan Desember berada di 97.2 atau naik 1.2 poin dari bulan sebelumnya, kenaikan untuk pertama kalinya sejak Juni, kecuali saat rebound di bulan September.

Sejak bulan Oktober lalu, angka indeks berada di bawah ambang batas 100 yang memisahkan antara optimisme dan pesimisme dari konsumen. Dari seluruh indikator yang dipakai sebagai ukuran CCSI, lima diantaranya menunjukkan kenaikan seperti pendapatan dan mata pencaharian rumah tangga yang masing-masing naik 2 dan 1 poin menjadi 99 dan 91. Sedangkan untuk indikator yang dipakai sebagai ukuran sentimen dan prospek ekonomi dirilis dengan hasil tidak berubah masing-masing di 62 dan 72.

Bank of Korea mengatakan bahwa sentimen konsumen untuk mata pencaharian sat ini tengah berada dalam kondisi yang buruk akibat kenaikan harga untuk kebutuhan hidup. Harga konsumen di bulan November naik 2.0% di tingkat tahunan, menyusul kuatnya harga bahan bakar yang melonjak 6.5% YoY dan makanan segar hasil pertanian yang naik hingga 14.4% di tingkat tahunan.

Namun setidaknya hal ini diharapkan mampu diimbangi oleh pertumbuhan upah di negeri ginseng tersebut. Menurut data yang dirilis oleh National Tax Service sebanyak total 18.01 juta orang melaporkan penyelesaian pajak akhir tahun ini, yang berarti bahwa ada kenaikan 1.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari semunya dapat diukur untuk pertumbuhan gaji tahunan secara rata-rata di Korea Selatan menunjukkan kenaikan 4.7% di tahun lalu dari tahun sebelumnya, dan diharapkan laju pertumbuhan ini cenderung stabil sehingga laju pertumbuhan upah tahunan untuk 2018 mampu untuk menyeimbangkan lonjakan harga konsumen dengan laju kepercayaan konsumen terhadap prospek ekonomi Korea Selatan kedepannya.(WD)

Related posts