Sibur Tengah Bersiap Untuk Melaksanakan IPO

Perusahaan petrokimia asal Rusia, Sibur tengah mempersiapkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) di akhir tahun ini, yang berpotensi bernilai sekitar $2 milliar hingga $3 milliar. Sibur selaku produsen produk petrokimia terbesar di kawasan Eropa Timur, telah lama mempertimbangkan penempatan saham mereka di pasar terbuka, namun selalu menghadapi penundaan dikarenakan berbagai alasan. Salah satu sumber terpercaya di pasar keuangan yang dekat dengan pihak Sibur, mengatakan bahwa perusahaan tersebut melihat adanya kemungkinan untuk melakukan IPO di bursa Moskow dan London, serta melihat adanya peluang untuk meraih dana penjualan antara $2 milliar hingga $3 milliar.

Pebisnis Leonid Mikhelson, selaku pimpinan dan pemegang saham utama di produsen gas terbesar Rusia, Novatek, diketahui memiliki sekitar 48.5% saham di Sibur. Sementara mitra bisnisnya Gennady Timchenko dilaporkan memiliki 17% saham, sedangkan Sinopec asal Cina dan Silk Fund memiliki masing-masing 10% saham Sibur. Sebuah sumber mengatakan bahwa kemungkinan Mikhelson akan menjual sebagian saham miliknya, sedangkan Timchenko serta pemegang saham lainnya, Kirill Shamalov, yang masih terkena sanksi dari AS terkait invasi Rusi ke Crimea, kemungkinan akan tetap mempertahankan kepemilikan saham mereka.

Dalam sebuah jawaban tertulisnya kepada Reuters saat ditanya mengenai potensi IPO tersebut, pihak Sibur mengatakan bahwa saat ini mereka tengah mempertimbangkan opsi strategis mengenai bagaimana membiayai pertumbuhan perusahaan. Sibur membangun komplek produksi petrokimia mereka di daerah Siberia Barat yang dikenal dengan nama ZapSibNefteKhim, yang saat ini tercatat sebagai satu dari lima pabrik petrokimia terbesar di dunia, merupakan salah satu bagian dari upaya Rusia untuk meraih lebih banyak nilai dari minyak yang dihasilkannya. Saat ini selain IPO, Sibur diketahui tengah memerlukan investor untuk sebuah proyek pembangunan komplek gas kimia di daerah Rusia bagian timur jauh, dengan investasi awal sebesar $8 milliar. (WD)

Related posts