SK Hynix Melaporkan Penurunan Laba Operasional Kuartal Keempat

Perusahaan produsen chip terbesar kedua asal Korea Selatan, SK Hynix Inc melaporkan laba operasional untuk kuartal terakhir tahun 2018 lalu, yang mengalami penurunan 31.6% dari perolehan di kuartal sebelumnya. Penurunan laba operasional ini sebelumnya juga dialami oleh perusahaan pesaing terbesarnya, Samsung Electronics Co, yang menandakan bahwa industri chip di negara tersebut sedang mengalami penurunan yang tajam.

Dalam laporannya SK Hynix memperkirakan laba operasional sebesar 4.43 triliun Won atau sekitar $3.93 milliar di kuartal keempat yang berakhir bulan Desember lalu, setelah sebelumnya mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah mereka di periode kuartal ketiga. Hasil ini jauh dari konsensus pasar yang memperkirakan perolehan laba sebesar 5.1 triliun Won, sekaligus mencatat hasil terburuknya sejak kuartal pertama tahun 2018 lalu.

Laju penjualan mencapai 9.94 triliun Won, atau turun 13.0% dibanding kuartal sebelumnya, namun masih mencatat kenaikan 10.1% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. Margin operasional, yang mengukur seberapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan dari penjualan, dirilis di angka 44.6% yang menjadi angka terendahnya sejak periode Januari-Maret tahun lalu.

Namun demikian di sesi perdagangan pagi hari tadi, nilai saham SK Hynix justru naik 0.6% dan diperdagangkan di harga 67,200 Won.

Jika dihitung dalam periode tahunan, SK Hynix mampu mencatat rekor baru untuk tahun kedua berturut-turut, dengan catatan laba operasional sebesar 20.8 triliun Won dari hasil penjualan sebesar 40.4 triliun Won. Tingkat laba bersih juga mengalami lonjakan ke level tertingginya sepanjang masa di kisaran 15.5 triliun Won.

Kenaikan laju penjualan selama periode tahun lalu banyak didukung oleh kuatnya permintaan terhadap produk memory chip yang biasa digunakan untuk pusat data dan perangkat seluler berkinerja tinggi. Akan tetapi pasar semikonduktor memasuki fase penurunannya di kuartal terakhir tahun lalu, seiring laju pengiriman produk chip jenis DRAM yang turun sebesar 2% dengan harga jual yang rata-rata turun hingga 11% selama periode kuartal keempat. Sementara laju pengiriman produk memory chip jenis flash NAND justru mencatat kenaikan 10% namun menderita akibat turunnya harga hingga 21% di periode yang sama di tengah melimpahnya pasokan produk tersebut.

Secara terpisah SK Hynix mengumumkan bahwa pihaknya akan membayar dividen tunai sebesar 1,500 Won per saham, atau sekitar 1.03 triliun Won secara keseluruhan.(WD)

Related posts