Header Ads

SK Hynix Mengurangi Ketergantungan Terhadap Bahan Baku Asal Jepang

Sejak pemerintah Jepang memberlakukan pembatasan terhadap ekspor produk input utama sebagai bahan baku pembuatan chip, SK Hynix selaku produsen chip terkemuka asal Korea Selatan, telah mulai menggunakan bahan berteknologi tinggi dari pemasok bahan baku domestik untuk produksinya.

Perusahaan tersebut menyatakan pada hari ini bahwa ini menjadi yang pertama kalinya mereka mulai beralih dari produk Jepang kepada bahan baku lokal dengan teknologi yang sepadan. Hal ini disebutkan oleh salah seorang pejabat SK Hynix, sembari menyampaikan bahwa pihaknya telah memilih perusahaan asal Korea Selatan sebagai pemasok hidrogen fluorida (HF) dengan tingkat kemurnian tinggi, yang menjadi bahan baku untuk etching silicon dan cleaning chips.

Produsen chip asal negeri Ginseng tersebut telah mencari cara untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap bahan-bahan baku asal Jepang, sejak diberlakukannya pembatasan ekspor untuk sejumlah item utama ke Korea Selatan pada bulan Juli lalu.

Pejabat dari SK Hynix yang tidak mau disebut namanya ini juga mengatakan bahwa perusahaan sudah mulai menggunakan bahan dari pemasok lokal di pekan ini, setelah sebelumnya telah menjalankan tes kualitas selama berbulan-bulan terakhir. Namun menurut beliau, perusahaan belum mengganti keseluruhan bahan HF dari Jepang dengan produk dari dalam negerinya.

Salah satu media lokal melaporkan sebelumnya bahwa pihak SK Hynix tengah melakukan pengujian kualitasn dari Hidrogen Fluorida cari berkualitas tinggi yang dipasok oleh perusahaan Ram Technology Co Ltd, namun perusahaan tersebut menolak untuk memberikan komentarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Jepang telah memperketat pembatasan ekspor tiga produk utama ke produsen utama produk chip dunia asal Korea Selatan, Samsung dan SK Hynix pada Juli lalu, karena dinilai akan mengganggu jaringan pasokan teknologi global. Pembatasan ekspor ini dipicu oleh perselisihan kedua negara ekonomi besar Asia, yang telah berlangsung selama beberapa dekade, mengenai kompensasi bagi pekerja Korea Selatan yang menjalani kerja paksa di perusahaan-perusahaan Jepang selama Perang Dunia Kedua.

Sebelumnya Jepang menjadi negara penyedia sekitar 70% dari permintaan dunia terhadap produk-produk seperti, fluorinated polyimide yang digunakan dalam tampilan smartphone serta photoresists dan hydrogen fluoride dengan kemurnian tinggi, yang keduanya digunakan untuk pembuatan chip.

Jika melihat pada belum meredanya ketegangan antara Tokyo dan Seoul di sektor perdagangan kedua negara, maka pihak Samsung juga telah meningkatkan pengujian terhadap produk photoresis dan hidrogen fluorida dari pemasok dari dalam negeri.(WD)

Related posts