SoftBank Berencana BuyBack Saham Mereka Senilai $4.8 Milliar

Raksasa investasi teknologi asal Jepang, SoftBank Group Corp dikabarkan telah melakukan buyback saham mereka senilai $4.8 milliar, pasca kejatuhan nilai saham mereka, sebagai langkah untuk memenuhi sebagian permintaan dari activist fund Elliot Management, namun gagal menenangkan investor yang panik akibat virus corona.

Rencana untuk buyback saham mereka hingga % dari total saham yang beredar senilai 500 milliar Yen, diumumkan siang tadi, saat nilai saham mereka anjlok sekitar hingga lebih dari 20% selama bulan Maret ini.

Hal ini juga terjadi setelah Elliott Management menekan SoftBank awal tahun ini untuk membeli kembali saham senilai $20 miliar dengan menjual sahamnya di raksasa e-commerce China Alibaba.

Seorang juru bicara SoftBank mengatakan bahwa perusahaan telah memutuskan untuk melakukan pembelian kembali atas kemauannya sendiri setelah mempertimbangkan risiko bahwa volatilitas pasar saham saat ini dapat meningkatkan diskon besar sehingga nilai saham SoftBank relatif lebih rendah terhadap nilai kepemilikannya.

Kirk Boodry yang menjadi analis di Redex Holdings, yang menerbitkan di platform Smartkarma, mengatakan bahwa dengan nilai perdagangan saham SoftBank yang bergerak lebih dari 50% di bawah nilai wajar, maka pembelian kembali terhadap saham mereka merupakan ide yang bagus, dan bukan hanya karena mereka membeli di harga yang rendah namun buyback saham ini setidak membantu mengurangi diskon perusahaan tersebut.

Pada sesi perdagangan Jumat ini, saham SoftBank turun hingga 9.6% ke level terendahnya dalam 14 bulan, di tengah jatuhnya pasar saham global, namun mampu mengurangi kerugiannya hingga 5%.

Adapun rencana buyback ini akan mulai dijalankan di hari Senin pekan depan, dan akan berlangsung selama setahun kedepan. Sebelumnya SoftBank mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya berencana untuk meminjam hingga 500 milliar Yen dari 16 lembaga keuangan domestik dan asing menggunakan sebagian sahamnya di perusahaan telekomunikasi SoftBank Corp sebagai jaminan untuk meningkatkan kasnya.

Peminjaman ini dilakukan oleh mereka karena mereka telah menderita kerugian di Vision Fund hingga $100 milliar serta ditambah berkurangnya selera investor luar negeri hingga SoftBank harus menyuntikkan dana mereka sendiri ke dalam successor fund.

Sebagai salah satu investor aktifis paling kuat di dunia, Elliot Management telah meningkatkan holding hampir $3 milliar di SoftBank, sekaligus menimbulkan tekanan bagi perusahaan tersebut di sejumlah bidang, termasuk masalah buyback dan peningkatan transparansi.

Pendiri dan CEO SoftBank Masayoshi Son, yang telah berulang kali mengklaim bahwa saham SoftBank telah berada dalam kondisi undervalued secara kronis, pada bulan lalu mengatakan bahwa sementara ini potensi untuk melakukan buyback saham mereka sangat terbuka, sehingga dirinya tidak akan terburu-buru untuk menjual kembali saham Alibaba.(WD)

Related posts